Breaking News:

Penyandang Disabilitas Diduga Korban Pencabulan Butuh Psikolog

Penyandang disabilitas berinisial L (16) asal salah satu desa di Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali sampai kini masih kesulitan diajak berkomunikasi.

Editor: Dewi Agustina
Shutterstock
Ilustrasi korban pencabulan. 

TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Penyandang disabilitas berinisial L (16) asal salah satu desa di Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali sampai kini masih kesulitan diajak berkomunikasi.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Buleleng, Made Riko Wibawa mengalami kesulitan untuk mengajaknya berkomunikasi karena kondisinya yang mengalami keterbelakangan mental.

Dia berencana akan bekerjasama dengan psikolog untuk mengajak L berkomunikasi.

Sebab ia sangat membutuhkan keterangan dari gadis itu untuk memastikan kebenaran dugaan pencabulan yang dialaminya.

Mengingat juga tidak ada saksi mata yang mengetahui bahwa L diduga dicabuli oleh JB (50), seorang tokoh masyarakat desa setempat.

Riko juga telah berkoordinasi dengan pihak desa untuk penyelesaian kasus tersebut.

Pihak desa kini sedang berupaya memediasi untuk mengetahui kebenaran dugaan pencabulan itu.

Namun sampai kini belum ada yang melaporkan dugaan kasus pencabulan ini ke polisi.

"Kita pendekatan langsung ke pihak desa, untuk investigasi. Kita tugasnya memberikan perlindungan apa ada tekanan psikis yang dialami korban, yang bisa kita rujuk untuk diberikan penanganan dan pendampingan. Karena anak dengan keterbelakangan kita usulkan untuk didampingi psikolog," ujar Riko, Selasa (31/1/2017).

Baca: Dijanjikan Jadi Pelayan Rumah Makan, Seorang Remaja Disuruh Ganti Rok Pendek dan Temani Om-om

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved