PKH juga Dapat Bantuan Sembako, ke Depan akan Ditambah Telur dan Kacang-kacangan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan mulai tahun ini penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga menerima bantuan pangan.

PKH juga Dapat Bantuan Sembako, ke Depan akan Ditambah Telur dan Kacang-kacangan
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gerakan 1000 Cap Tangan yang bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya pahlawan wanita di Gedung Joang '45, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 
Laporan Reporter : Fatimatuz Zahroh TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan mulai tahun ini penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga menerima bantuan pangan. "Jadi ibu-ibu nggak hanya dapat bantuan berupa uang, tapi juga pangan. Total bantuan sosial di Surabaya baik PKH maupun bantuan pangan yang kita salurkan adalah Rp 145 miliar," kata Khofifah, di Gelora Bung Tomo, Minggu (12/2/2017). Pihaknya berharap bantuan pangan non tunai yang disalurkan lewat e-warung ini menjadi solusi baru. Keluhan kualitas beras kekuningan atau berkutu digarapkan tidak akan terjadi lagi. Sebab warga sendiri yang memilih kualitas beras yang akan diambil. Dan beras yang disalurkan pun sudah dalam kemasan. Sehingga lebih terjaga kualitasnya. Untuk saat ini, pilihan sembako yang disediakan hanya beras dan gula. Namun ke depan juga akan ditambah dengan telur dan kacang-kacangan. "Mengapa kita pilih beras dan gula, itu dari daftar survei pangan warga miskin. 75 persen pengeluaran belanja mereka adalah untuk pangan. 39 persennya adalah untuk beli beras," ucapnya. Namun berdasarkan konsultasi dengen Kementerian Kesehatan dalam hal pencukupan gizi masyarakat, maka ke depan bisa ditambah dengan kacang-kacangan. "Ada usulan ditambah dengan telur, tapi juga kita ada opsi formula. Nanti akan ada komposisi bantuan pangan beras, gula, kacang-kacangan, atau beras, gula dan telur. Atau juga bisa beras, gula, telur dan kacang-kacangan," kata Khofifah. Formula itu akan disesuaikan dengan topografi dan kemudahan akses bahan sembako untuk telur dan kacang-kacangan. Kalau yang lebih dekat telur maka yang dipakai telur. Begitu juga dengan kacang-kacangan. Selain itu, Khofifah meminta pemerintah daerah khususnya dari kecamatan untuk membantu pendataan kebutuhan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). "Sebab ada yang banyak penerimanya tapi pendampingnya seidkit. Ada yang pendampingnya sedikit tapi penerima manfaatnya banyak. Padahal standarnya satu pendamping menangani minimal 150 penerima dan maksimal 250 penerima manfaat," kata Khofifah. Total, di seluruh Indonesia ada 18.000 pendamping PKH. Jika pemerintah daerah mampu membantu mendata sebaran pendamping PKH, maka penyaluran program akan semakin maksimal.
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved