Breaking News:

Biar Tidak Ngantuk Saat Kerja, Jadi Alasan Pemuda Nyabu

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu pipet kaca, dua sedotan, botol dan satu klip plastik kecil ada sisa sabu 0,4 gram

Surya/Fatkul Alamy
Bahtul Ulum (tengah) ketika diamankan di Mapolsek Kenjeran Surabaya. Dia ditangkapa setelah nyabu di rumahnnya. 

Laporan Wartawan Surya Fatkul Alamy

TRIBUNNEWS.COM,  SURABAYA - Perang terhadap narkoba terus dilakukan polisi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kali ini, Bahrul Ulum (26), asal Kejawan Lor Surabaya diringkus Unit Reskrim Polsek Kenjeran usai nyabu di rumahnya.

Pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan di Kenjeran itu, tidak bisa berkutik saat ditangkap usai mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Apalagi, hasil tes urine yang dilakuka polisi juga menyebutkan tersangka Bahrul Ulum positif memakai narkoba.

Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Yudho Hariyanto mengatakan, tersangka Bahrul Ulum sudah lama dipantau gerak-geriknya lantaran kerap melakukan ransaksi sekaligus mengonsumsi sabu.

"Kami mendapat informasi jika etrsangka (Bahtul Ulum) baru saja trensaksi sabu di Jembatan Surabaya dengan sistem ranjau. Sabu itu akan dipakai tersangka di rumahnya," sebut Yudho, Rabu (15/2/2017).

Mengetahui tersangka Bahrul Ulum memilki dan sedang nyabu, petugas memburunya.

Akhirnya dia ditangkap setelah menghisap sabu dan langsung diamankan ke Mapolsek Kenjeran.

Yudho menuturkan, hasil penyidikan terhadap tersangka menyebutkan, sabu diperoleh dari seorang pemasok asal Keputih, Surabaya.

"Tapi tersangka mengaku tidak tahun namanya, kami terus mengorek terangan dari tersangka," tutur Yudho.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu pipet kaca, dua sedotan, botol dan satu klip plastik kecil ada sisa sabu 0,4 gram.

Kini tersangka dijebloskan ke sel tahanan Polsek Kenjeran.

Tersangka Bahrul Ulum mengaku, dirinya belum lama mengonsumsi sabu. Awalnya iaa mengonsumsi sabu karena ajakan dari temannya.

"Nyabu supaya tidak ngantuk saat bekerja. Saya beli sabu secara ranjau, tapi saya tidak kenal orangnya," aku Bahrul Ulum.

Berita Populer
Penulis: Fatkul Alamy
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved