Banjir di Bekasi

Banjir di Bekasi, Motor sekaligus Penumpangnya Ini Terpaksa Naik Gerobak dan Bayar Rp 40-50 Ribu

Rata-rata gerobak yang mereka gunakan ialah gerobak jualan yang biasa digunakan untuk jualan barang bekas, pot, hingga gerobak sampah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Menggunakan gerobak, hanya fasilitas inilah yang bisa digunakan para pengendara motor untuk melintasi banjir di ‎Jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di bawah jembatan lintas Tol JORR.

Warga sekitar pun banyak yang alih profesi memanfaatkan gerobak untuk melayani para pengguna motor yang ingin tetap melintas baik menuju Bekasi maupun Jakarta.

Rata-rata gerobak yang mereka gunakan ialah gerobak jualan yang biasa digunakan untuk jualan barang bekas, pot, hingga gerobak sampah.

Setiap pengendara yang menggunakan jasa mereka dipatok harga bervariatif mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu.

Seorang penjual jasa gerobak, Santo, warga Bintara, Bekasi mengaku, meski banjir sudah terjadi tiga hari sejak Minggu (19/2/2017) sore hingga pagi ini, namun ia bersama teman-temannya baru melayani warga sejak hari ini.

"Banjir sudah tiga hari dari Minggu sore dan yang terparah hari ini. Saya baru hari ini jual jasa gerobak. Yah lumayan lah dapat duit dan bisa bantu warga," imbuh Santo.

Santo menambahkan, untuk motor sedang dirinya mematok harga Rp 40 ribu, sementara untuk motor besar Rp 50 ribu.

Selanjutnya pendapatan dibagi hasil dengan enam rekannya yang sama-sama mendorong gerobak.

Liputan visualnya, simak dalam tayangan video di atas. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sapto Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved