Benarkah Leak Dianggap Negatif? Baca Pemaparannya

Benarkah leak seperti yang selalu dipersepsikan negatif oleh masyarakat? Berikut penjelasannya.

Benarkah Leak Dianggap Negatif? Baca Pemaparannya
Net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury 

TRIBUNNEWS.COM, BANGLI - Begitu kuat persepsi negatif tentang leak begitu saja diterima bahkan oleh masyarakat Bali sendiri. 

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli mencoba meluruskan persepsi keliru tersebut melalui seminar tentang leak pada Selasa (21/2/2017).

Sebanyak 100 peserta berkumpul memadati seminar yang bertempat di kantor PHDI Kabupaten Bangli di Jalan Nusantara Nomor 61, Cempaga Bangli, Bali.

Narasumber seminar di antaranya Jero Mangku Made Subagya dari Perguruan Siwamukti, Gede Karang Wiadmaja sebagai praktisi ilmu pengleakan, dan Ida Bagus Gede Suartama sebagai pembahas.

Ketua PHDI, I Nyoman Sukra, menyadari ilmu pengleakan yang selalu dikonotasikan negatif.

"Lewat seminar ini kami ingin menghapus pandangan masyarakat tentang ilmu pengleakan yang selalu diartikan sebagai sesuatu yang negatif, padahal ilmu pengleakan ini juga memiliki sisi positif," tutur Sukra kepada Tribun Bali.

Ilmu pengleakan merupakan pengamalan energi dalam tubuh atau angga sarira, dengan cara mengaktifkan aksara suci dalam tubuh dan mengelolanya menjadi kekuatan pemelihara.

Sukra menjelaskan ada dua jenis leak: leak pemoroan (pangiwa-Aji ugig/wegig) dan leak sari (penengen).

Leak pemoroan merupakan leak yang memanfaatkan kekuatan dari aksara suci untuk menghancurkan

Sedangkan leak sari memanfatkan aksara suci dari kitab Weda untuk merehabilitasi.

"Pemanfaatan untuk merehabilitasi inilah yang ingin kami katakan kepada masyarakat, bahwa ilmu pengleakan juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang ditimbulkan dari leak pemoroan," Sukra menerangkan.

Acara tersebut juga membahas tentang cetik, pepasangan, aji wegig, pengasih-asih, pengasren, pengeger, sesawangan, cara menguasai ilmu leak, hingga cara mengatasi ilmu leak.

Besarnya antusiasme peserta yang datang ke membuat waktu lima jam terasa kurang.

Sukra mengatakan, PHDI sedang mempersiapkan segala kebutuhan untuk seminar mendatang karena akan mengajarkan untuk menguasai ilmu pengleakan.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved