Jumat, 10 April 2026

Nenek Renta Patah Tulang Paha Ditelantarkan Keluarga di Pangandaran

Nenek renta idap diabetes melitua, tulang paha patah, ditelantarkan keluarganya asal Karanganyar di Pangandaran.

Editor: Y Gustaman
Instagram @wilydanies
Sri Lestari (70) asal Karanganyar, Jawa Tengah diduga sengaja ditelantarkan oleh keluarganya di Pangandaran, Jawa Barat. 

TRIBUNJATENG.COM, PANGANDARAN - Nenek renta tak berdaya ditemukan telantar di pinggir jalan, diduga sengaja ditinggal keluarganya.

Perempuan malang bernama Sri Lestari (70) asal Kabupaten Karanganyar itu hanya dibekali oleh keluarganya dua kain batik dan uang receh Rp 300 ribu.

Nasib Sri sungguh sangat memprihatinkan berdasarkan tulisan yang diunggah pemilik akun Instagram @wilydanies.

Sri mengaku dibawa keluarganya menggunakan kendaraan pada Sabtu (18/2/2017). Ia tak menyangka justru ditinggal di dekat sungai yang sudah masuk wilayah Pangandaran, Jawa Barat.

Petugas Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, lalu membawa Sri ke puskesmas setempat.

"Assalamulaikum, mohon bantuannya untuk teman-teman khususnya warga Solo dan sekitarnya, pagi tadi ditemukan seorang nenek berusia kisaran 70 tahun lebih. Nenek tersebut bernama Nenek Sri Lestari, asal Desa Jumapolo kampung Dalang Sambi, Karanganyar, Solo.

Nenek tersebut mengaku dibawa sama keluarganya menggunakan kendaraan dari hari sabtu 18 Februari 2017, lalu nenek tersebut ditelantarkan di dekat sungai dan hanya ada kain batik 2 serta uang receh. Selanjutnya nenek tersebut ditemukan oleh petugas Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang. Nenek tersebut pingsan dan dibawa oleh petugas Desa Sindangwangi ke Puskesmas Padaherang untuk diberikan pertolongan.

Nenek tersebut datang ke Puskesmas Padaherang dengan keadaan somnolen (kadang tertidur dan lemas). Selanjutnya oleh petugas Puskesmas Padaherang dilakukan pemeriksaan keadaan umum baik, terdapat oedem/ bengkak di bagian kaki kiri (kemungkinan terjatuh).

Selanjutnya oleh petugas Puskesmas Padaherang diberikan carian elektrolit infus dan diberi makanan, keadaan saat ini sudah sadar (composmentis). Kemungkinan tidak sadar karena tidak mendapatkan makan, setelah diberi makan dan cairan, nenek tersebut keadaannya membaik dan sudah diberikan baju ganti, pempers, mandi, oleh petugas Puskesmas Padaherang.

Bagi teman-teman warga Solo dan sekitarnya jika tahu keluarga dari nenek ini segera konfirmasi ke Puskesmas Padaherang atau Pemerintah Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran. Tolong bantu dan share, kemungkinan nenek ini ditinggalkan keluarga karena kondisinya yang sudah sepuh. Setua apapun orangtua kita jangan sampai membuangnya walaupun mungkin sudah tua renta," tulis @wilydanies.

Selasa (21/2/2017) siang, @wilydanies kembali menuliskan kabar terkini Sri.

Hingga kini petugas puskesmas masih bingung mencari keluarganya.

Sri memerlukan perawatan kesehatan lanjutan karena kaki kanannya tak dapat digerakkan kemungkinan patah pada tulang paha, menderita diabetes melitus dan kadar asam urat tinggi.

"Kondisi nenek yang ditelantarkan oleh anak dan keluarganya sekarang masih diberi perawatan oleh petugas Puskesmas Padaherang Kabupaten Pangandaran. Tambahan info, anak nenek tersebut bernama Sumijianto, Suroto, Kartini, Sarti dan ada yang bekerja sebagai pegawai Satpam dan tinggal di RT Ploso Jumapolo, Dalang Sambi, Karanganyar, Jawa Tengah.

Nenek tersebut selalu bilang bahwa dia ingin bertemu anaknya, kangen dan rindu anaknya. Jadi mohon kepada keluarga segera menemui nenek ini di Puskesmas Padaherang Kabupaten Pangandaran," papar @wilydanies.

Saat dikonfirmasi Tribun Jogja, ia membenarkan soal nenek yang ditelantarkan itu.

Kemungkinan Sri jatuh saat ditelantarkan sehingga tulang paha kanannya patah.

Awalnya Sri ditinggal di dekat sungai, lalu berjalan ke jalan dekat Kantor Desa Sindangwangi sehingga ditemukan petugas.

"Cuma dibekali uang receh Rp 300.000. Semoga segera ketemu keluarganya," ungkap Wily. TRIBUN JOGJA/SAY

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved