Breaking News:

Seorang Anak Temukan Mayat Laki-laki di Pantai Namosain

Sebelum ditemukan warga Namosain, korban sudah tidak berada menghilang dari rumah sejak 18 Februari atau sekitar 2 hari yang lalu

Editor: Eko Sutriyanto
net
ilustrasi mayat 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabamg

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Sesosok mayat laki-laki ditemukan di pantai Namosain, persisnya di dekat Pos Poliai Airud, Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Senin (20/2/2017).

Korban yang belakangan diketahui bernama Fauzi Belafif ini, pertama kali dilihat seorang anak kecil yang sedang mencari layang-layang, sekitar pukul 15.15 Wita.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Johannes Bangun, S.Sos, SIK melalui Kapolsek Alak, AKP Anthonius Mengga mengatakan, Fauzi Belafif merupakan warga RT 03 RW 01 Kelurahan Nunbaun Sabu.

"Pertama kali ditemukan Dilkis Ledo (13) ketika sedang mengejar layang-layang yang putus. Dilkis Ledo adalah pelajar yang tinggal di RT 24 RW 02 Kelurahan Namosain," jelas Mengga saat dikonfirmasi Senin malam.

Menurut Mengga, Dilkis Ledo melihat korban yang sedang terapung.

Kemudian Dilkis Ledo memberitahu Josua Napu (13), Abel Nafu (11), Ebsan Fransisko Fina (13). Selanjutnya Dilkis bersama ketiga temannya memberitahukan kepada Johan Molle.

Setelah mendapat informasi, Johan Molle mengambil sampan miliknya dan mengayu ke arah korban.

Johan Molle lalu mengambil korban yang sudah tidak bernyawa dalam posisi terapung, kemudian membawa korban ke pantai Namosain.

Mengga mengatakan polisi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) sudah memberi pengertian kepada keluarga korban agar menghubungi pihak Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum luar maupun autopsi. Namun pihak keluarga korban menolak.

"Pihak keluarga bersedia menandatangani berita acara penolakan visum luar maupun autopsi mayat," ujar Mengga.

Mengga juga menjelaskan bahwa sebelum ditemukan warga Namosain, korban sudah tidak berada menghilang dari rumah sejak 18 Februari atau sekitar 2 hari yang lalu.

"Informasi dari pihak keluarga bahwa korban pernah mengidap penyakit Ayan atau ephylepsi. Dia termasuk orang yang berkebutuhan khusus (disabilitas)," sebut Mengga.

Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved