Rabu, 29 April 2026

Sebelum Dibunuh, Korban Pegang-Pegang Alat Vital Pelaku

Pelaku pembunuhan, Mahfud Hudori (23), ditangkap saat tengah menyatap makanan di sebuah warung makan di Banyuwangi, Jawa Timur

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Petugas kepolisian saat melaksanakan olah tkp di penemuan mayat di Jalan Gunung Salak, Gang Esa, Denpasar, Bali, Sabtu (25/2/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali I Gusti Agung Bagus Angga Putra

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Dalam jangka waktu kurang dari 24 jam, tim gabungan Polsek Denpasar Barat dan Polresta Denpasar berhasil memecahkan kasus pembunuhan di Jalan Gunung Salak Gang Esa, Banjar Abasan, Desa Padangsambian Kelod,Denpasar Barat, yang menewaskan Imran Handani (34).

Pelaku pembunuhan, Mahfud Hudori (23), ditangkap saat tengah menyatap makanan di sebuah warung makan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Bali, pelaku yang bekerja di sebuah warung makan di Kuta ini berupaya kabur ke kampung halamannya di Bondowoso, Jawa Timur.

Tim opsnal Polsek Denpasar Barat yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra R.A, meluncur ke Jawa Timur setelah memperoleh informasi yang cukup mengenai keberadaan pelaku.

Baca: Pembunuhan Di Jalan Gunung Salak, Ini Dugaan Pemicunya

Terungkapnya kasus pembunuhan ini, menurut informasi dari kepolisian yang diterima Tribun Bali, berawal dari pemeriksaan terhadap para saksi.

Korban Imran Handani, sesaat sebelum ditemukan tewas bersimbah darah di Gang Esa, diketahui sempat minum-minum bersama empat orang kawannya.

Jumat (24/2/2017) malam, Imran minum-minum di kamar kos Amir Purbo (23) yang berlokasi tak jauh dari TKP.

Di dalam kamar, Imran berkumpul sambil minum arak bersama lima orang rekannya, Amir Purbo, Mahfud, Eri, Budi dan Latiful.

Saat acara minum-minum itu, Purbo melihat Mahfud terlihat kesal gara-gara Imran melakukan hal yang tak senonoh terhadap Mahfud.

Baca: Pelaku Pembunuhan Imran di Jalan Gunung Salak Ditangkap di Pelabuhan Ketapang

Kebetulan, saat itu keduanya duduk bersebelahan di atas kasur.

"Waktu sedang asyik minum, saksi melihat pelaku kesal saat korban memegang kemaluan pelaku. Soal itulah yang mungkin memunculkan niat pelaku menghabisi korban," beber anggota polisi yang tidak berkenan namanya ditulis ini, Minggu (26/2/2017) sore.

Dalam kondisi marah, Mahfud tiba-tiba mengajak korban pergi keluar membeli makanan dan meninggalkan empat orang lainnya.

Tim buser SatReskrim Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Barat menangkap MH, pembunuh Imran H yang tewas ditikam di Jalan Gunung Salak Denpasar Barat, kemarin Sabtu (25/2/2017).
Tim buser SatReskrim Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Barat menangkap MH, pembunuh Imran H yang tewas ditikam di Jalan Gunung Salak Denpasar Barat, kemarin Sabtu (25/2/2017). (istimewa)

Mereka membeli makanan menggunakan sepeda motor Imran.

Keempat rekannya menunggu mereka, saat ditunggu selama kurang lebih 30 menit baik Mahfud maupun Imran tidak kunjung datang.

Keempat orang ini pun membubarkan diri.

"Setelah bubar, Purbo nggak langsung tidur. Dia pergi ke tempat kerjanya di minimarket di Seminyak karena ditelepon oleh orang toko. Sesampainya di toko, Purbo dijemput oleh Latiful. Ia mengatakan Mahfud habis membunuh Imran. Latiful membawa baju kaos Mahfud untuk dibuang ke Tabanan," urai polisi ini tadi.

Tanpa pikir panjang, Purbo dan Latiful segera bergegas pergi ke daerah Kediri, Tabanan, untuk membuang baju tersebut.

Baca: Jasad Pria Tertelungkup Bersimbah Darah di Jalan Gunung Salak

Setelah menghilangkan barang bukti di sana, mereka berdua kembali ke Denpasar.

"Sementara mereka berdua membuang barang bukti, pelaku tancap gas ke Pelabuhan Gilimanuk menggunakan sepeda motor korban," katanya.

Pengungkapan kasus ini semakin terang benderang setelah polisi memeriksa keempat orang yang sempat minum arak bersama pelaku dan korban.

Dari sana, polisi mengorek keterangan mereka.

Saksi kunci, Purbo, menjelaskan pisau yang digunakan Mahfud untuk menghabisi Imran, diperoleh dari rekannya yang bernama Angga.

Purbo sendiri diamankan di tempat kerjanya pada sore hari setelah jenazah Imran ditemukan.

"Jadi pelaku memanfaatkan kesempatan saat pergi membeli makan. Dia pergi ke kos Angga di timur LP Kerobokan dengan alasan mau ambil uang, tapi dia malah ambil pisau. Di tengah perjalanan, korban mengajak pelaku tidur di hotel sambil terus memegang kemaluan pelaku, sampai di sana pelaku menghabisi nyawa korban di Gang Esa," ungkap sumber.

Baca: Otak Pembunuhan Pengusaha Airsoft Gun Gugat Kapolrestabes Medan

Setelah mengamankan Purbo, polisi juga turut mengamankan Latiful dan Angga.

Keterangan dari ketiga orang ini menjadi modal berharga bagi polisi untuk memecahkan kasus.

Mahfud diketahui berupaya kabur ke kampung halamannya di Bondowoso, Jawa Timur.

Polisi pun meluncur mengejar Mahfud.

Pengejaran polisi membuahkan hasil, pelaku Mahfud ditangkap saat sedang menyantap makanan di sebuah warung makan Jalan Gatot Subroto, Ketaoang, Banyuwangi, persis di depan Pelabuhan Ketapang.

"Saat diamankan, dia sedang makan sama temannya bernama Heriyanto," ujar sumber.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, yang dikonfirmasi kemarin sore membenarkan ihwal pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.

Menurutnya, kini barang bukti sepeda motor milik korban dan baju pelaku yang berlumuran darah sudah diamankan.

"Benar, sekarang pelaku dan barang bukti sedang menuju Denpasar," kata Reinhard seizin Kapolresta, Kombes Hadi Purnomo. 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved