Breaking News:

Kak Seto Minta Polda Bali Perhatikan Kasus Prostitusi Online Anak

Prostitusi online anak perlu kewaspadaan dan harus segera diupayakan penangkalannya sebab fenomena ini seperti gunung es.

Sripoku/Welly Hadinata
Kak Seto didampingi orangtua korban, Idris (kanan) saat mendatangi Polda Sumsel, Kamis (13/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Beberapa waktu lalu, masyarakat dikejutkan dengan adanya pengungkapan oleh pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya menegenai penyebaran konten pornografi anak-anak yang dilakukan dalam akun media sosial, Facebook, bernama Official Candys Group.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi menyatakan bahwa, secara pribadi ia terkejut, para tersangka itu anak masih usia remaja. Bahkan masih SD.

Mereka sudah berhubungan seks, dan juga menjadi korban pelecehan seksual.

"Empat tersangka itu motivasi mereka kepuasan biologis dan uang. Video itu di upload, dan sekali klik oleh pengguna, mereka akan mendapat Rp. 15 ribu atau sekitar 15 dolar gitu kabarnya. Maka dari itu kami ke Polda Bali untuk supaya Polda Bali juga cepat bertindak tegas," kata pria yang akrab disapa Kak seto itu, Jumat (17/3/2017).

Ia mengakui, bahwa Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose sebagai pejabat Polisi yang juga merintis cyber crime (kejahatan atau kriminal di dunia maya).

Perlu kewaspadaan dan harus segera diupayakan penangkalannya sebab fenomena ini seperti gunung es.

Tidak hanya kasus Jakarta, tapi bisa jadi terjadi di Aceh, Papua, Kalimantan, bahkan Bali.

"Lembaga Perlindungan Anak sudah ada di 28 Provinsi dan kini tidak hanya di Jakarta tapi bisa saja itu sudah menyasar ke daerah-daerah. Karena itu harus segera ada penanganannya," ungkapnya.

Kejahatan menyangkut anak sendiri, sambung Kak Seto, yang pelaku merupakan anak, sejatinya bukan persoalan UU Pidana anak itu menyangkut umur.

Umur itu bukan dilihat dari aspek angka. Tapi kualitas kejahatannya. Seandainya begitu dahsyat melebihi usianya, maka harus ada hukumannya.

"Dan bukti-bukti kemarin itu dipertontonkan ke channel mana saja. Aksesnya sampai ke Amerika serikat dan latin. Ancaman dari dunia maya inilah yang harus diantisipasi," tegasnya. (ang)

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved