Minggu, 12 April 2026

Menangis Setelah Tertangkap, Jambret Ini Mengaku Menghidupi Lima Orang Anak.

Alasan menghidupi lima orang anaknya menjadikan H alias Boy nekat melakukan aksi jambret di beberapa wilayah Kota Pekanbaru.

Penulis: Budi Rahmat
Editor: Sugiyarto
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU- Alasan menghidupi lima orang anaknya menjadikan H alias Boy nekat melakukan aksi jambret di beberapa wilayah Kota Pekanbaru.

Dihadirkan dalam ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (22/3/2017), lelaki 41 tahun ini membeberkan alasan tersebut.

Kepalanya yang awalnya tegak seketika menunduk saat ditanya motivasinya melakukan kejahatan jalanan tersebut.

"Saya lakukan sendiri. Korban tidak pernah cedera (terjatuh). Seluruh uang yang saya dapatkan saya pakai untuk kebutuhan hidup. Termasuk untuk menghidupi lima anak saya," ungkap Boy yang tampak mulai memangis.

Menyesal sudah pasti, namun Boy ternyata sebelumnya sudah pernah berurusan dengan polisi dalam kasus yang sama.

Boy residivis kasus yang sama dan bebas pada tahun 2000 an silam.

"Cukup ini yang terakhir. Saya menyesal. Tapi saya butuh untuk menghidupi anak-anak saya," ujarnya lagi.

Boy mengaku tidak menargetkan calon korban.

Tas yang menjadi incarannya menurut Boy ditarik dari pengendara yang lengah.

"Tidak setiap hari saya melakukannya (menjambret). Korban saya incar yang lengah saja," terangnya.

Ditanya soal kondisi korban yang dijambret, Boy justru kembali menangis.

Entah itu penyelesan atau tidak namun pengakuannya soal menghidupi lima orang anaknya diamini oleh Kaasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto melalui Kanit Buser, Ipda Rachmat Wibowo.

Menurut Rachmat Wibowo, tersangka Boy yang ditangkap Senin (20/3/2017) malam melakukan aksi jambret sendirian.

"Namun kita masih lakukan pengembangan untuk memastikan keterlibatan pelaku lain. Pengakuan tersangka hanya kenalan orang-orang yang membantunya menjualkan barang hasil jambret seperti handphone," papar Rachmat Wibowo.

Ditambahkan Rachmat Wibowo, hasil penyelidikan, hasil jambret dipakai untuk menghidupi keluargnya.

"Jadi tersangka ada lima orang anak dari dua istri. Pengakuannya hasil jambret dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Rachmat Wibowo.

Pemeriksaan awal tersangka Boy sudah melakukan lima kali jambret di wilayah Kota Pekanbaru. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved