Breaking News:

Empat Wartawan di Purwakarta Tertangkap Tangan Memeras Ibu Rumah Tangga

Empat wartawan tabloid mingguan Rajawali News memeras Eh (40), ibu rumah tangga di Jalan Ipik Gandamanah, Purwakarta, Jumat (24/3/2017).

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP Agta Bhuwana menunjukkan surat tugas empat oknum wartawan pemeras ibu rumah tangga di Polres Purwakarta, Senin (27/3/2017). TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Empat wartawan tabloid mingguan Rajawali News memeras Eh (40), ibu rumah tangga di Jalan Ipik Gandamanah, Purwakarta, Jumat (24/3/2017).

Sebelum memeras, mereka membuntuti korban yang disangka telah berselingkuh dengan pria lain, termasuk mengambil foto si ibu di berbagai tempat termasuk hotel. 

Setelah memegang bukti penunjang keempat wartawan ini mendatangi korban dan meminta uang Rp 35 juta kepada korban. Mereka mengancam akan menyebarkan foto-fotonya ke publik jika tak membayar.

Tidak terima, korban melapor polisi. Polisi menindaklanjutinya dengan membuntuti pelaku yang akan bertemu dengan korban untuk menerima uang yang diminta.

"Korban memberikan uang Rp 2 juta. Setelah anggota kami membuntuti, keempatnya langsung ditangkap," kata Kasatreskrim Polres Purwakarta, Agta Bhuwana Putra, Senin (27/3/2017).

Keempat pelaku yakni Y (30) dan A (32), warga Purwakarta, serta GP (35) dan AH, warga Kota Cimahi. Mereka meringkuk di sel tahanan Polres Purwakarta dan dijerat Pasal 368 dan 369 KUHP.

"Kalian ini kalau wartawan, liputan saja, enggak usah memeras. Tindakan kalian memalukan dunia pers," Agta emosional terhadap keempat pelaku.

Pihaknya masih akan mengembangkan kasus ini karena disinyalir aksi mereka terstruktur atau diperintah atasan mereka. Selain itu, aksi mereka bukan kali ini saja.

"Aksi mereka bukan kali ini saja. Mereka mengaku melakukan aksinya lebih dari lima kali dengan korban dari kalangan PNS, pekerja swasta dan ibu rumah tangga dengan modus yang sama," ujar dia.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai atau melaporkan jika di kemudian hari kembali terjadi aksi serupa.

"Kepada yang pernah menjadi korban, silakan datang ke Gedung Satreskrim Polres Purwakarta," pesan Agta.

Satu pelaku GP membenarkan telah memeras korbannya.

"Kami biasa mangkal di hotel, membuntuti pelaku. Mencari status dan identitasnya serta memfotonya. Lalu kami meminta uang pada mereka," kata GP yang sudah bekerja selama 5 bulan.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved