Penangkapan Terduga Teroris
Warga Sidorejo Brangsong Kendal Tolak Jenazah Terduga Teroris Tuban Dimakamkan di Kampungnya
Selain tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) di desa tersebut, Karno juga jarang bersosialisasi dan tertutup dengan tetangga
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal sepakat menolak satu diantara jenazah terduga teroris Tuban di makamkan di kampung tersebut.
Ketua RT 3, RW VI, Khumaidi menjelaskan penolakan pemakaman jenazah Karno.
Selain tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) di desa tersebut, Karno juga jarang bersosialisasi dan tertutup dengan tetangga.
"Saya juga jarang banget bertemu meski rumahnya hanya beberapa meter, dia itu orangnya tertutup gak pernah menyapa tetangga juga, " ujar Khumaidi, Selasa (11/03).
Lebih lanjut dia menjelaskan Karno, memang bukan asli Dusun Srogo Desa Sidorejo Brangsong Kendal, melainkan warga Purbalingga.
Namun tiga tahun lalu, Karno menikah dengan warga Sidorejo bernama Mutmainah.
Khumaidi hanya mengetahui Karno yang bekerja sebagai teknisi telepon genggam di sebuah konter di Sukorejo, Kendal.
"Saya sudah rapat dengan warga dan menyampaikan pihak desa disaksikan dari polsek dan koramil Brangsong, bahwa warga tidak mau jenasah terduga teroris dimakamkan di wilayah Sidorejo,” tegasnya.
Saat Tribun Jateng berkunjung ke rumah mertua Karno, hanya ada seorang wanita berhijab yang menolak diwawancarai.
Tetangga sebelah Mutmainah mengungkapkan terakhir bertemu dengan Karno Kamis (06/04) pagi lalu bersama satu temannya pergi dari rumah mengendarai sepeda motor.
" Saya hanya lihat ada laki-laki pakai jaket hitam jemput Karno di rumah pakai sepeda motor saat itu Karno pergi bawa tas ransel besar, " terang Kurniati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rumah-terduga-teroris_20170411_151707.jpg)