Wilayah Selatan Jabar Bergetar Lagi, Warga Lari ke Luar Rumah Setelah Gempa Kedua
Warga Priangan Timur kembali dikejutkan oleh gempa yang berlangsung dalam dua bulan terakhir ini.
TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Warga Priangan Timur kembali dikejutkan oleh gempa yang berlangsung dalam dua bulan terakhir ini. Kali ini gempa terjadi Senin (24/4/2017) pukul 01.01, berkekuatan 5,4 Skala Richter.
Pusat getaran di koordinat 8.10 LS 107.86 BT, kedalaman 13 km, sekitar 58 km barat daya Tasikmalaya.
Getaran gempa 5,4 SR tersebut dirasakan juga oleh warga Ciamis, Banjar dan Pangandaran.
"Gempanya dua kali. Pertama tak begitu kuat. Tapi yang kedua, guncangannya lebih kuat dan lebih lama sampai plafon rumah berderak-derak," ujar Herdiana, warga Kertasari, Ciamis, Senin.
Hal serupa diungkapkan Edih, warga Kertasari.
"Waktu gempa yang kedua istri saya yang lagi tidur langsung bangun dan berlari ke luar rumah," ujar Edih.
Kepanikan juga dialami Husen, warga Dusun Pasir Peutey, RT 0,3 RW 01, Desa Pawindan Ciamis.
"Saat itu gempanya kan dua kali. Getaran pertama cuek saja soalnya tak begitu kuat.Tapi selang beberapa saat kemudian, gempa kembali menguncang dan lebih keras," ujar Husen.
Waktu guncangan yang kedua Husen mengaku langsung tersentak bangun dan spontan memangku anak bungsunya, Prabu yang sedang tertidur lelap.
"Istri dan anak saya yang sulung sudah lebih dulu berlari keluar rumah. Saya juga berlari keluar rumah sambil menggendong si bungsu," katanya.
Gempa mengakibatkan ambruknya tembok rumah milik Dedi Ahmadi di Dusun Pasir Peutey, Desa Pawindan, RT 01, RW 01.
Runtuhan tembok tersebut menimpa dapur rumah Rahmad Sunarya hingga rata tanah.
"Tadi pagi warga langsung kerja bakti menyingkir puing-puing dapur rumah warga yang ambruk dan tembok yang runtuh tersebut. Rencananya besok (Selasa) warga mau gotong royong membangun kembali dapur rumah warga yang ambruk akibat gempa tersebut," ujar Husen.
Gempa tersebut merupakan getaran terkuat di wilayah Priangan Timur selama dua bulan terakhir.
Baca: Sang Istri Pasrah Nyawa Indrayadi Tak Tertolong
Dari catatan Tribun, lima gempa terakhir yang menima wilayah Priangan Timur tersebut kekuatannya terus meningkat.
Pada Kamis (23/3/2017) pukul 21.35 malam terjadi gempa 5,0 SR. Sebelumnya, Sabtu (18/3/2017) pukul 23.56, kekuatan gempa juga 5,0 SR.
Sedang gempa pada Kamis (16/3/2017) pukul 19.54 WIB, berkekuatan 3,1 SR. Sehari sebelumnya atau Rabu (15/3/2017) pukul 09.26 WIB, terjadi gempa berkekuatan 4,9 SR.
Dari Garut dilaporkan satu rumah di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan roboh, akibat guncangan gempa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, menuturkan satu rumah panggung milik Idah Rokayah (50) warga Kampung Tangsi, Desa Pakenjeng, roboh.
Tak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
"Kami juga sudah memberikan bantuan buat korban rumah roboh. Penghuni rumah sementara tinggal di rumah kerabatnya," kata dia. (tribunjabar/sta/wij)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gempa_20170214_191346.jpg)