Minggu, 31 Mei 2026

Pilgub Jatim

PDIP Buka Kemungkinan Koalisi Merah-Hijau

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jatim membuka peluang kombinasi koalisi jelang Pilkada Jatim 2018.

Tayang:
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jatim membuka peluang kombinasi koalisi jelang Pilkada Jatim 2018.

PDIP Jatim mendorong adanya kemungkinan koalisi dengan partai yang bernapas religius.

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari, mengatakan pihaknya akan menggalang koalisi "merah-hijau".

Menurutnya, koalisi tersebut yang paling relevan diterapkan di Jawa Timur.

"Selama ini, nafas koalisi yang diterapkan di Jawa Timur memang kombinasi antara merah dan hijau. Sebab, kedua basis ini juga menguasai di Jatim," ujar Untari kepada Surya.co.id, Jumat (5/5/2017).

Sekadar diketahui, simbol warna merah selama ini digunakan untuk menyebut partai dengan basis pemikiran nasionalis.

Sedangkan warna hiau, biasa digunakan untuk menyimbolkan partai dengan napas religius-Islam.

Saat ini, Jatim dikuasai oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 20 kursi di DPRD Jatim.

PKB juga menjadi satu-satunya partai yang bisa mencalonkan bacagub tanpa memerlukan koalisi.

Berada tipis di bawah PKB adalah PDIP dengan 19 kursi. Meskipun menjadi partai dengan anggota terbanyak kedua, PDIP tak bisa mencalonkan cagub tanpa adanya koalisi.

"Oleh karena itu, kami sadar betul dengan posisi kami," ujar Untari.

Selain dari PKB, ada juga Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga bernafas religius.

Ketiganya juga memiliki kursi yang apabila digabung dengan PDIP, cukup sebagai syarat pencalonan pada Pilkada mendatang.

Dari beberapa partai tersebut, baru PPP yang secara resmi mendeklarasikan pencalonan ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW)-nya, Musyaffa' Noer, sebagai bacawagub.

Untari pun menyebut bahwa kemungkinan tersebut bisa saja terjadi.

"Kami membangun koalisi untuk kepentingan masyarakat. Tujuannya, demi kesejahertaan masyarakat. Sehingga, bisa dari partai manapun," lanjut politikus yang juga menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jatim.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved