Kamis, 9 April 2026

Pegawai Warung Pecel Lele di Ogan Ilir Nekat Lakukan Ini, Diduga Masalah Ekonomi

terangan Nudin Kepala Desa (Kades) Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan, warganya itu nekad bunuh diri diduga masalah ekonomi

Editor: Eko Sutriyanto
Kompas.com/Junaedi
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post Beri Supriyadi

TRIBUNNEWS.COM, OGAN ILIR - Warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendadak heboh.

Pria tersebut diketahui bernama Muhammad (27), yang kesehariannya bekerja di warung pecel lele ditemukan tewas di tali gantungan.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa gantung diri terjadi pada Kamis sore (6/7) pukul 15.30, pertama kali diketahui oleh nenek korban yang sore itu baru pulang dari berbelanja di pasar.

Usai pulang dari pasar dan membuka pintu, penghuni rumah dikagetkan tubuh Muhammad langsung terbujur kaku dalam posisi leher tergantung tali rafia.

Baca: Sebelum Gantung Diri Gerard Tinggalkan Empat Surat Wasiat, Ini Isinya

Sontak, penghuni rumah langsung terkejut dan menjerit sehingga, diketahui oleh warga lainnya yang langsung berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut.

Mengetahui informasi itu, beberapa saat kemudian, sejumlah anggota Kepolisian bersama Koramil Pemulutan langsung menuju kediaman Muhammad yang pada saat ditemukan masih mengenakan baju kemeja warna coklat dan celana jeans biru.

Sejumlah tetangga dan warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam lainnya, tidak begitu mengenal korban semasa hidup.

Mengingat, ia belum lama tinggal di rumah bedeng tersebut. Belum diketahui pasti penyebab pria yang telah dikaruniani dua orang anak itu, nekad mengakhiri hidup dengan cara tragis.

Namun, menurut keterangan Nudin Kepala Desa (Kades) Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan, warganya itu nekad gantung diri diduga masalah ekonomi.

"Dia itu, belum lama tinggal di sini. Semasa hidup, diketahui korban kesehariannya bekerja di warung pecel lele. Dugaan kita kemungkinan masalah ekonomi," kata Nudin saat dikonfirmasi, Jumat (7/7).

Ditambahkannya, keluarga menolak dilakukan visum karena menyakini bila itu murni bunuh diri.

"Jasadnya telah dikebumikan pagi tadi, Jumat (7/7), di TPU Kayuare Kecamatan Kertapati Palembang," ujar Kades Nudin.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved