Minggu, 3 Mei 2026

Satu Per Satu Pejabat Mojokerto Diperiksa KPK, Wakil Wali Kota Enggan Bicara

Satu per satu pejabat Kota Mojokerto menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Surya/Rorry Nurmawati
Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno usai diperiksa oleh tim penyidik KPK di Aula Mapolresta Mojokerto, Selasa (11/7/2017). SURYA/RORRY NURMAWATI 

TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO - Satu per satu pejabat Kota Mojokerto menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap, Selasa (11/7/2017).

Tepat pukul 11.47 WIB, pertama kali keluar dari ruang pemeriksaan di Aula Mapolresta Mojokerto adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Novi Rahardjo.

Mengenakan baju batik warna hitam, Novi menuruni tangga dengan melontarkan senyum.

Bahkan sesekali ia melambaikan tangan kepada awak media yang telah menunggu.

Mantan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojokerto ini pun tak segan memberikan komentar kepada para wartawan.

Novi mengatakan, tim penyidik KPK memberikan pertanyaan seputar proyek pembangunan gedung kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang sudah ada sejak tahun 2015 lalu.

Baca: Pertama Kalinya RSI Jemursari Operasi Pasien Tumor Otak dalam Keadaan Sadar

"Pertanyaan yang diajukan seputar proyek PENS, karena perencanaan dimulai tahun 2015 lalu. Kebetulan saya baru menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan di tahun 2017, maka yang bisa saya jawab hanya seputar perencanaan di tahun 2017," ujar Novi usai pemeriksaan.

Disinggung ada berapa pertanyaan yang dilontarkan oleh tim penyidik KPK, Novi tak bisa menjelaskan secara pasti.

"Ada beberapa pertanyaan, dan hanya seputar PENS," jelasnya.

Tim penyidik KPK, kata Novi juga memintanya untuk membawakan berkas dokumen perencanaan dan anggaran sejak tahun 2015 hingga 2017. Sebab perencanaan proyek PENS telah direncanakan pada tahun 2015 lalu.

"Mereka minta fotocopy penganggaran sejak 2015 smalai 2017, dan kebetulan untuk anggaran tidak di saya melainkan di PU (DPUPR)," kata dia.

Selang 10 menit kemudian, Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno tampak keluar.

Kali ini, meski pun ia melontarkan senyum kepada para awak media, pria yang mengenakan baju batik warna hijau itu enggan memberikan komentar banyak.

"Nanti lagi, engko mane. Sekarang istirahat salat," katanya sembari berlalu dari awak media. (Surya/Rorry Nurmawati)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved