Breaking News:

Wow, Sekolah Gratis bagi Anak Tunarungu di Semarang Ini Ajarkan Menari dan Main Angklung

Teriakan anak-anak riuh terdengar di Rumah Pintar Efata, Jalan Lemahgempal V/14, Semarang Selatan, belum lama ini.

TRIBUN JATENG/BAKTI BUWANA
Siswa Rumah Pintar Efata mengikuti lomba makan kerupuk dalam rangka HUT ke-72 RI, belum lama ini 

Dia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka sama saja dengan anak normal lain, tak ada bedanya.

"Lihat saja, mereka gembira ikut lomba 17-an seperti anak lain," kata perempuan berkacamata itu.

Rumpin Efata berdiri sejak empat tahun lalu.

Baca: Pengemudi Mabuk, Mobil Mazda Terbang di Depan Polsek Tanjung Duren, Hantam Mobil Polisi

Windi dan sesama orangtua penyandang disabilitas merasa resah karena di Semarang belum ada sekolah nonformal yang menampung bakat anak-anaknya.

"Saya sendiri punya anak dengan gangguan pendengaran karena terinfeksi virus Measles rubella saat hamil anak keempat. Jadi kalau ada imunisasi campak rubella, saya mendukung sekali," jelasnya.

Sistem pembelajaran di rumah pintar ini tak mengarah penggunaan bahasa isyarat bagi anak-anak tunarungu.

Justru Windi dkk menekankan cara bicara dan interaksi langsung.

Dia juga mengajarkan menari, bermain angklung, modeling, melukis, dan keterampilan lain.

Bagaimana cara anak-anak kekurangan pendengaran belajar menari dan bermain angklung?

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved