Breaking News:

Wow, Sekolah Gratis bagi Anak Tunarungu di Semarang Ini Ajarkan Menari dan Main Angklung

Teriakan anak-anak riuh terdengar di Rumah Pintar Efata, Jalan Lemahgempal V/14, Semarang Selatan, belum lama ini.

TRIBUN JATENG/BAKTI BUWANA
Siswa Rumah Pintar Efata mengikuti lomba makan kerupuk dalam rangka HUT ke-72 RI, belum lama ini 

"Kami menggunakan ketukan (nada) untuk mengajari mereka. Hasilnya luar biasa," tuturnya.

Seorang ayah pelajar Rumpin Efata, Slamet Kaswanto, mengaku amat terbantu keberadaan lembaga ini.

Anaknya mengalami kekurangan pendengaran sejak umur dua tahun.

Baca: Menteri Susi: Jokowi Dukung Kapal Pencuri Ditenggelamkan

"Semula sakit panas. Setelah itu kami sadar kalau pendengaran anak kami kurang," ujar Slamet.

Gangguan pendengaran menyebabkan sang anak sulit bersekolah.

Dari lima TK, hanya ada satu sekolah yang mau menerimanya.

Adanya sekolah gratis untuk tunarungu seperti Efata cukup membantunya mendidik anak.

Lurah Barusari, Rubiyanto, berjanji akan menyosialisasikan keberadaan Efata.

Ia senang ada sekolah nonformal gratis untuk anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran di wilayahnya.

"Kami akan ikut sosialisasikan supaya penanganan anak dengan gangguan pendengaran tidak terlambat," papar Rubiyanto. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved