Moeldoko Ajak Santri Ponpes Ngalah Pasuruan Pekikkan ‘Indonesia’

“Siapa kita? teriak Moeldoko dalam kuliah tamu di Aula Pancasila, Kompleks Pesantren Ngalah Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/10/2017).

Moeldoko Ajak Santri Ponpes Ngalah Pasuruan Pekikkan ‘Indonesia’
Ist/Tribunnews.com
Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko bersama pimpinan pondok pesantren Ngalah Pasuruan KH. Sholeh Bahruddin. 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko mengajak seribuan santri dan mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan di Kompleks Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, Jawa Timur, untuk memekikkan semangat nasionalisme.

Ajakan tersebut pun disambut antusias.

“Siapa kita?" teriak Moeldoko dalam kuliah tamu di Aula Pancasila, Kompleks Pesantren Ngalah Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/10/2017).

“Indonesia!” pekik seribuan santri dan mahasiswa dengan kompak dan bersemangat.

Sebelum kuliah tamu dimulai, para santri dari ponpes yang getol mengkampanyekan multikulturalisme ini menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

Kuliah tamu ini juga dihadiri oleh pemuka agama lain, yakni Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

“Kumpulnya berbagai keyakinan di sini bukan ingin menyamankan agama, tapi membangun human relation, membangun kemanusiaan,” ujar Moeldoko yang disambut riuh tepuk tangan.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Moeldoko memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jatim, Senin (2/10/2017).
Ketua Umum HKTI  Jenderal (Purn) Moeldoko memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jatim, Senin (2/10/2017). (Ist/Tribunnews.com)

Dalam kesempatan itu, Moeldoko menyampaikan alasannya ingin bersilaturahmi ke Ponpes Ngalah pimpinan KH. Sholeh Bahruddin. Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indoensia (HKTI) ini mengaku ingin silaturahmi sekaligus menggali nilai-nilai dari Ponpres Ngalah.

"Ternyata nama pun (Ngalah) juga rupanya menjadi background yang sangat kuat,” kata Moeldoko.

"Di tengah-tengah lingkungan politik yang seakan tidak berhenti untuk berkompetisi, sepertinya tidak ada orang yang mau ngalah. Semua merasa benar dan mengklaim seolah kebenaran hanyalah miliknya,” kata Moeldoko.

Untuk itu, kata Moeldoko, mereka yang selalu merasa benar perlu belajar di Ponpres Ngalah ini.

"Tetapi inget, ngalah bukan berarti kalah,” kata Moeldoko kembali disambut dengan tempuk tangan.

KH Sholeh Bahruddin mengatakan, pihaknya mengundang Moeldoko untuk membagikan ilmu pengetahuan kepada para santri dan mahasiswanya.

“Bapak Jenderal Moeldoko tidak ada maksud lain. Biar ilmu pengetahuan beliau nanti bisa ditanamkan pada santri dan mahasiswa. Biar menciptakan dan bisa mewujudkan, seperti beliau, rahmatan lil alamin,” ujar KH Sholeh.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved