Breaking News:

Gubernur Ganjar Minta Pengusaha Manfaatkan Teknologi Digital untuk Ekspor Produk

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat naik kelas.

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghadiri pengukuhan BPD Hipmi Jateng periode 2017-2020 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Selasa (24/10/2017). TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat naik kelas.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan,‎ pihaknya tengah meluncurkan program UKM naik kelas untuk bisa mendorong UKM berkontestasi lebih baik.

"Program ini merupakan program pendampingan untuk UKM. Apa saja yang mereka butuhkan kita dampingi," jelas Ganjar di sela pengukuhan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Tengah periode 2017-2020 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Selasa (24/10/2017).

Ganjar mengatakan, pihaknya telah mendata sejumlah masalah yang masih dialami UKM Jateng.

Satu di antaranya adalah terbatasnya akses pasar sehingga pihaknya menyediakan platform digital yang diberi nama Sadewa Market.

"Kita buat e-commerce untuk UKM ini, Sadewa Market, jadi secara online itu kita bisa pantau," ia menambahkan. 

Dia mengaku, sudah menerima sejumlah keluhan dari pelaku usaha terkait kondisi lesunya ekonomi.

Namun, pihaknya menilai kondisi lesunya ekonomi yang dirasakan karena adanya pergeseran cara membeli sebuah barang secara online.

"‎Kondisi ekonomi yang lesu itu bisa jadi karena kita sedang bermigrasi dari cara bisnis yang konvensional ke digital," ujar dia.

Pemprov Jateng berharap UKM dapat mengikuti perkembangan zaman digital yang  sangat pesat.

Sebagai organisasi pengusaha muda, Hipmi Jateng diharapkan bisa ikut berperan untuk memberikan pendampingan kepada UKM tersebut.

Dia mencontohkan, beberapa perusahaan taksi dan ojek terbesar di Indonesia tidak memiliki armada sama sekali.

"Bahkan, ada pengusaha jilbab yang sudah sampai ke Malaysia karena memanfaatkan digital. Padahal dia tidak punya pabrik," ujar dia. 

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved