TNI Pertebal Kawasan Perbatasan, Setelah Beredar Kabar Tewasnya Dua Pimpinan Teroris Marawi
TNI juga melakukan penjagaan di pulau-pulau terluar Indonesia, seperti pulau Derawan, pulau Bunyu dan pulau Maratua
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kabar kaburnya para teroris Marawi, Filipina ke sejumlah negara yang berbatasan dengan Filipina, membuat TNI mempertebal pengamanan di kawasan perbatasan.
Hal itu diungkapkan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Irham Waroihan. Dia tak pungkuri, pihaknya lebih khawatir setelah mendapatkan kabar mengenai dua pimpinan teroris di Filipina terbunuh oleh militer Filipina.
"Kodam sudah perintahkan untuk melakukan penebalan di perbatasan, dan kami sudah kirim sekitar 250 an pasukan tambahan," ucapnya, Sabtu (29/10/2017).
Selain itu, TNI juga melakukan penjagaan di pulau-pulau terluar Indonesia, seperti pulau Derawan, pulau Bunyu dan pulau Maratua.
"Pasukan tempur dengan perlengkapan lengkap sudah standby, termasuk di pulau terluar Indonesia," ucapnya.
Baca: Dapat Gelar Profesor Terorisme, Bukti Tito Bukan Hanya Ahli Dalam Teori
Total terdapat sekitar 3000 pasukan gabungan, dari TNI dan Polri. Dan, hingga saat ini Danrem menegaskan belum ada indikasi teroris Filipina masuk ke wilayah Indonesia melalui daerah perbatasan.
"Masih aman kawasan perbatasan, belum ada indikasi teroris masuk. Yang jelas pasukan sudah kita pertebal, dengan harapan wilayah Indonesia aman," tegasnya.
Bahkan, pasukan untuk mempertebal kawasan perbatasan, bukan termasuk personel Satgas Pamtas yang memang bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
"Personel tambahan ini tidak mengganggu tugas reguler Satgas yang sudah ada disana. Jadi, dengan kabar adanya dua pimpinan teroris tewas, kita semakin khawatir, namun ini lebih membuat kita semakin waspada," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/danrem-091asn-kolonel-inf-irham-waroihan_20170623_185147.jpg)