Breaking News:

BPBD Riau Belum Cabut Status Siaga Karhutla

BPBD Provinsi Riau belum mencabut status siaga kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau meski bulan November ini sudah memasuki musim penghujan.

M ANSHAR/M ANSHAR (AAN)
Sebanyak dua pleton pasukan TNI dari Rindam IM, Hubdam, dan Raider dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar pegunungan Glee Taron, Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (24/7/2017). Cuaca panas diduga merupakan salah satu penyebab meluasnya kebakaran hutan di Aceh dalam beberapa hari terakhir. SERAMBI/M ANSHAR 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Aan Ramdani

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau belum mencabut status siaga kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau meski bulan November 2017 ini Provinsi Riau sudah memasuki musim penghujan.

Menurut Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger ada beberapa alasan mengapa status tersebut tidak dicabut di antaranya karena fluktuasi cuaca di Riau masih terbilang tidak menentu.

"Kemarin kami baru saja selesai rapat evaluasi di Makorem dan sampai hari ini kita tetap waspada dan siaga kita masih sampai 30 November 2017," katanya.

Baca: Mahfud MD: Segera Limpahkan Berkas Setnov ke Pengadilan Agar tak Ada Waktu untuk Dipraperadilan-kan

Sebagai contoh cuaca yang belum menentu tersebut misalnya saja beberapa minggu yang lalu terjadi badai land di sekitar Fhilipina, sehingga awan hujan yang ada di langit Riau tersedot ke pusat badai.

"Saat badai land itu di Riau hampir 10 hari terpapar panas. Sehingga hotspot bermunculan. Tapi mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi. Memang ada beberapa pertimbangan lain, karena pengalaman kita sebelumnya dengan fluktuasi yang berbeda harusnya kita cabut tetap ada badai land ini sehingga siaga karhutla kita sampai tanggal 30 saja," jelasnya.

Disamping itu, pihaknya juga mengkhawatirkan jika status tersebut dicabut kemudian cuaca ternyata berubah menjadi panas dan menimbulkan titik panas malah akan menjadi persoalan.

Baca: Mungkinkan Status Tersangka Baru Setya Novanto Mendamaikan KPK dan Polri?

"Kalau ada badai lagi kemudian status sudah dicabut maka kita susah untuk menggerakkan pasukan. Nah, kalau sekarang ini kan pasukan stanby di posko masing-masing. Helikopter juga masih ada yang stanby, tapi kalau status dicabut otomatis tidak ada lagi dan semua perlengkapan itu kita tarik dan pendampingan juga tidak ada untuk kita," katanya.

Menurut Edwar, saat ini helikopter yang masih stanby tersebut yakni, MI-8, MI-171 dan MI-172.
"Sikorsky dan bolcos sudah habis masa kerjanya. Kalau heli yang tiga ini juga akan ditarik setelah masa siaga karhutla habis," ujar dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved