Breaking News:

Bahagianya Hendri Dapatkan Pendonor ASI untuk Putranya Kala Sang Istri Sakit

Hendri tidak bisa menutupi rasa gembiranya ketika berhasil mendapatkan tujuh kemasan ASIP @150 ml dari Lucky.

Tribun Pontianak/Claudia Liberani
Penyerahan ASIP dari pendonor ASIP, Lucky Asdhika (27) secara simbolis kepada ayah yang mencari ASI untuk anaknya yang berusia 26 hari, Hendri Budiman (38). TRIBUN PONTIANAK/CLAUDIA LIBERANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Rasa haru menyelimuti Hendri Budiman (38) ketika menemui satu dari pendonor ASI di Pontianak, Lucky Asdhika (27) yang bersedia mendonorkan ASIP untuk bayinya, Muhammad Zhillan Zhalila yang baru berusia 26 hari.

Dia tidak bisa menutupi rasa gembiranya ketika berhasil mendapatkan tujuh kemasan ASIP @150 ml dari Lucky, sebuah pemberian yang sangat berharga karena bayinya sangat membutuhkan ASI, sementara istrinya sakit.

Perjalanan Hendri Budiman (38) untuk mendapatkan ASI bagi putranya tidaklah mudah.

Baca: Fahri Hamzah tak Terima Kediaman Setya Novanto Digeledah KPK

Ia sempat diliputi rasa khawatir beberapa hari belakangan karena istrinya sakit, sementara putranya baru berusia 26 hari.

Kekhawatiran ini sangat besar karena dia dan istrinya harus menunggu 14 tahun untuk mendapatkan momongan, itulah mengapa naluri menjaga mereka sangat tinggi.

Hendri mengungkapkan akan melakukan apa saja yang terbaik untuk putranya.

Untunglah mertuanya berlangganan koran Tribun Pontianak, pada halaman 1 edisi Rabu 15 November 2017 memuat informasi mengenai kisah para ibu pendonor ASI.

"Saat saya pulang dari kantor istri saya semakin lemah, dari tempat berbaringnya dia menunjukkan koran Tribun Pontianak dan meminta carikan pendonor ASI yang namanya tercantum di berita," ujarnya, Kamis (16/11/2017).

Berbekal informasi dari berita tersebut Hendri dan ibu mertuanya mendatangi kantor Tribun Pontianak dan meminta arahan agar menemui pendonor ASI yang menjadi narasumber.

Maka bertemulah dia dengan Lucky Asdikha (27), seorang ibu dua anak yang menjadi pendonor ASIP.

Lucky dan suami menyambut ramah kedatangan Hendri dan ibu mertuanya di kediaman mereka, di Jalan Ujung Panjang.

Baca: Istri Pertama Wakil Ketua DPRD Bali Tersangka, Dua Istri Lainnya Saksi, Bagaimana Nasib Sang Pacar?

Obrolan panjang penuh kekeluargaan bergulir.

"Saya beri tujuh kemasan dulu, kalau memang cocok bisa ambil lagi nanti," kata Lucky ketika menyerahkan tujuh kemasan ASIP pada Hendri.

Pemberian itu diterima oleh Hendri dengan senang hati.

Dia dan mertuanya berkali-kali mengucapkan terima kasih.

Lucky Asdhika kemudian memberi tahu cara-cara untuk mencairkan ASIP.

Dia meminta agar hubungan baik yang terjalin di antara mereka tetap dijaga, jika ada yang pindah harus tetap berkomunikasi karena anak mereka kini telah menjadi saudara sepersusuan.

Tidak hanya sampai di situ, dia dan keluarga kecilnya juga ikut ke kediaman Hendri di Jalan Paris II, menemui istri dan bayi yang menjadi saudara sepersusuan putranya.

Baca: Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supardi Didakwa Menyuap Siti Masitha Rp 2,9 Miliar

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tribun Pontianak yang telah memberi informasi mengenai ASI ini, sebuah informasi yang sangat berarti. 14 tahun mencari anak, karena sudah lama berumah-tangga, begitu dapat momongan ingin memberikan yang terbaik," kata Hendri yang didampingi istrinya, Amrina Rasyada (39).

Istrinya tidak banyak bicara karena masih lemah, guru di SMP 7 Sungai Raya ini mengucapkan terima kasih kepada Tribun Pontianak dan Lucky Asdhika dengan mata berkaca-kaca.

Pasangan suami istri yang setiap tahun mengikuti program agar mendapat momongan ini mengaku sering paranoid, takut salah menangani anak yang telah mereka nanti-nanti selama 14 tahun.

"Kami mengucapkan terima kasi untuk Mbak Lucky yang telah memberikan pertolongan, semoga dibalas, terima kasih sudah dengan sukarela membantu kami," ucap pasangan yang pernah mengikuti program bayi tabung tahun 2014 ini tapi tidak berhasil.

Hendri Budiman yang masih mengenakan seragam Kantor Bea Cukai ini mengatakan betapa berartinya tetesan ASI yang diberikan untuk putranya.

Dia ingin putranya tumbuh sehat, karena itu dia memilih memenuhi kebutuhan makanannya.

"Apapun itu, kalau itu yang terbaik untuk putra kami, pasti kami lakukan," kata dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved