Breaking News:

Terinspirasi Ucapan Ganjar, Mahasiswa Merintis Usaha Getuk

Stan milik Miftakhur Rohim (20) di event 'Kopma Expo 2017' yang berlangsung di Gedung Olahraga STAIN Kudus, Jateng, terlihat nyentrik.

Editor: Y Gustaman
Tribun Jateng/Dwi Layla
Getuk Rolsinas buatan mahasiswa STAIN Kudus. TRIBUN JATENG/DWI LAYLA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Stan milik Miftakhur Rohim (20) di event 'Kopma Expo 2017' yang berlangsung di Gedung Olahraga STAIN Kudus, Jateng, terlihat nyentrik.

Stan tersebut terlihat nyentrik lantaran backgroundnya berwarna emas. Dalam stan itu, terpajang sebuah baju surjan di dinding dengan motif lurik yang khas akan tradisionalnya.

Kain batik digunakan sebagai alas dari baju yang dipajang tersebut. Tulisan 'Kumod: Kuno Neng Modern' dan beberapa tulisan lain tersebar di sisi kanan kiri baju.

Selain baju dan tulisan, sebuah motor tahun 70-an juga dipajang untuk melengkap lokasi itu sebagai spot foto.

"Saat pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) berkunjung ke Jepara dan mengeluarkan pernyataan 'Kumod: Kuno neng Modern', itu terngiang hingga kini di telinga saya," tutur mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah semester satu ini.

"Menurut Pak Ganjar, inti dari Kumod adalah sesuatu yang kuno, namun bisa eksis di zaman modern. Hal tersebut sifatnya lebih ngangenin," sambung dia.

Konsep yang disampaikan Ganjar itulah yang diadopsi oleh Rohim dalam berwirausaha. Dirinya langsung menggandeng seorang temennya untuk menjual getuk dalam pameran produk.

Getuk itu disajikan secara tidak biasa. Makanan tersebut diberi nama 'Rolsinas', yakni getuk ketela yang dibentuk rol dan diberi toping yang bervariasi agar tampil kekinian.

Selain getuk, Rohim juga menjual berbagai jajan pasar.

Menurut Rohim, baju surjan yang dipasang menjadi penunjang suasana 'masa lalu dan tradisional',  sehingga serasi dalam menemani jajan pasar dan getuk yang dijual.

"Rolsinas dan spot foto yang 'tradisional' ini semoga menjadi perpaduan yang pas dan memberi efek rindu agar pengunjung tertarik mampir ke sini," ujar pria asli Jepara itu.

Makanan tradisional yang dijualnya laku keras,  sehingga sekitar pukul 14.00 WIB, dagangannya sudah habis.

Meski telah habis, pengunjung tetap dapat berfoto di stand nyentriknya itu.

Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved