Breaking News:

Erupsi Gunung Agung

PVMBG Sebut Gunung Agung Masuk Fase Kritis Menuju Letusan yang Lebih Besar

Pantauan terkini Tribun Bali dari Desa Sebudi yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III telah terdengar suara dentuman secara terus menerus

Twitter
Gunung Agung saat meletus, Minggu (26/11/2017). 

Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika, Selasa (28/11) menjelaskan, tremor over scale tersebut terjadi sekitar  pukul 13.30 Wita hingga 14.00 Wita.

Tremor ini baru pertama kali terjadi, selama gunung Agung mengalami krisis beberapa bulan terkahir.

Baca: Ini 5 Fenomena Alam yang Terjadi di Sekitar Gunung Agung

Letusan gunung Agung selama krisis pun terjadi dalam periode tremor tersebut. 

Tremor ini juga menandakan gunung Agung memasuki fase kritis menuju letusan yang lebih besar.

"Tremor overscale  ini menandakan ada volume material yang sangat besar, dan berusaha keluar untuk memenuhi kawah," jelas I Gede Suantika.

Menanggapi tremor over scale tersebut, Suantika memprediksi letusan besar gunung Agung terjadi dalam hitungan beberapa jam kedepan.

Ada dua letusan yang kemungkinan akan terjadi, pertama letusan efusif yang dimana magma cepat memenuhi kawah dan meluber keluar gunung menjadi lahar panas dan diikuti dengan awan panas guguran.

Sementara, kemungkinan kedua terjadi letusan eksplosif yakni letusan besar melontarkan material disertai awan panas.

"Ini yang kita takuti tadi. Kita takut magma sudah dangkal di kawah, tiba-tiba  jumlah ada magma dengan volume besar keluar secara barengan. Ini yang nanti jadi ekpplosif. Ini yang kami takutkan, sehingga kami minta warga menjauh dari pos pantau.  Melihat kondisi Gunung Agung saat ini, saya kita impactnya akan luas. Kita lihat perkembangan dulu, nanti kita akan pertimbangkan perluasan zona bahaya,” kata Suantika.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved