Banjir dan Longsor

Korban Longsor di Wonogiri: Yah, Kenapa Pak Jokowi Enggak Jadi Datang ke Sini?

"Waktu kejadian seperti ada suara gemuruh. Batu dan tanah masuk ke halaman rumah. Saya sama keluarga lari mencari lokasi yang aman," ungkap dia.

Biro Pers Istana
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNNEWS.COM, WONOGIRI - Sejumlah korban bencana banjir dan tanah longsor yang mengungsi di Kompleks SDN 1 Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kecewa lantaran Presiden Joko Widodo ( Jokowi) yang ditunggu-tunggu ternyata tidak jadi datang, Minggu (10/12/2017).

"Yah, kecewa Pak Jokowi enggak jadi datang ke sini. Kenapa Pak Jokowi enggak jadi datang ke sini," ungkap salah seorang pengungsi bernama Mariyati (53) kepada Kompas.com di sela-sela menunggu Presiden Jokowi di pengungsian Kompleks SDN 1 Dlepih, Minggu.

Warga Dusun Bengle RT 001/ RW 005, Desa Deplih itu mengaku pada saat kejadian rumahnya hancur.

Sehingga Maryani bersama anggota keluarganya mengungsi di Kompleks SDN 1 Dlepih sejak 28 Desember 2017.

"Waktu kejadian seperti ada suara gemuruh. Batu dan tanah masuk ke halaman rumah. Saya sama keluarga lari mencari lokasi yang aman," ungkap dia.

"Pagi harinya saya sama keluarga dibawa truk pemerintah ke sini (SDN 1 Dlepih) sampai sekarang masih bertahan di sini. Karena rumah saya sudah hancur," keluhnya.

Baca: Jokowi Sengaja Datangi Kampung Terisolir di Gunungkidul

Mariyati dan Ngalinem, korban bencana banjir dan tanah longsor yang mengungsi di Kompleks SDN 1 Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (10/12/2017).(KOMPAS.com/Labib Zamani)
Mariyati dan Ngalinem, korban bencana banjir dan tanah longsor yang mengungsi di Kompleks SDN 1 Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (10/12/2017).(KOMPAS.com/Labib Zamani) ()

Dia berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan sehingga rumahnya yang sudah hancur tertimpa longsoran tanah bisa dibangun kembali. Mariyati juga ingin apabila dirinya direlokasi ke tempat yang lebih aman.

"Di sini sudah 12 hari. Dua hari setelah kejadian itu saya sakit. Alhamdulillah setelah dikasih obat di posko kesehatan sakit saya sembuh," ungkapnya.

Untuk ketersediaan logistik, Mariyati mengaku semua tercukupi. Kebutuhan makan sehari-hari, minum, mandi semuanya terpenuhi. Sementara untuk kebutuhan MCK setiap hari ada bantuan dari PMI.

Warga lain, Ngalinem (53), mengaku masih trauma pasca-kejadian mengerikan yang menimpanya pada Selasa pekan lalu. Dia ingin mengungsi sampai dinyatakan daerahnya aman.

"Mau kembali ke rumah itu rasanya takut. Jangan-jangan nanti ada kejadian itu lagi. Saya sementara ingin di sini dulu," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto menambahkan, jumlah warga yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di Wonogiri ada sekitar 2.500 jiwa tersebar di beberapa titik lokosi. Sementara warga yang mengungsi di Kompleks SDN I Dlepih ada sekitar 1.500 orang.

"Kalau bicara yang terdampak banjir dan tanah longsor di Wonogiri ada 23 kecamatan, ada 136 desa," tutur Bambang.

Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:  Yah, Kenapa Pak Jokowi Enggak Jadi Datang ke Sini?"

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved