Cornelis Bocorkan Cagub Kalbar yang Diusung PDI Perjuangan, Ini Dia Orangnya
Untuk wagubnya diusung Suryatman Gidot merupakan kader sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Periode 2017-2022
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Gubernur Kalbar Cornelis menegaskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengusung duet Karolin Margret Natasa dan Suryatman Gidot sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dalam Pilkada 2018 mendatang.
"PDIP usung Karolin berpasangan dengan Gidot. Kata orang Pahuman, positif dah," ungkapnya saat beri sambutan melepas 288 orang purna tugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat Tahun 2017 di Hotel Harris Pontianak, Jalan Gajahmada, Selasa (12/12/2017).
Cornelis menyatakan Karolin-Gidot merupakan pilihan yang sudah dipertimbangkan secara matang untuk berkompetisi dalam Pilkada Serentak 2018.
Gidot merupakan kader sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Periode 2017-2022.
"Positif dah," terangnya.
Pernyataan ini otomatis menjawab teka-teki pasangan calon yang akan diusung oleh PDIP.
Seperti diketahui, selama ini PDIP belum menyuarakan ke permukaan terkait pasangan calon yang akan diusung.
Selama ini, Partai Demokrat juga belum buka suara terkait calon yang akan diusung.
Otomatis dengan pernyataan Cornelis, jika digabungkan perolehan kursi kedua partai adalah 24 kursi. Ini merupakan akumulasi dari 15 Kursi PDIP dan 9 Kursi Demokrat di DPRD Kalbar.
Seperti diketahui syarat mengusung pasangan calon dari partai politik sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah 13 kursi.
Perolehan kursi keduanya jelas melampaui target kursi pasangan calon asal partai politik.
Sebelumnya, pasangan calon partai politik yang sudah naik ke permukaan adalah Sutarmidji dan Ria Norsan yang sempat dideklarasikan oleh Partai Golkar dan didukung oleh Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Perolehan kursi Midji-Norsan adalah 17 kursi terdiri dari Golkar 9 kursi, Nasdem 4 kursi, PKS 2 kursi dan PKB 2 kursi.
Di bursa independen, satu pasangan sudah melewati ketentuan syarat dukungan dan sedang menjalani verifikasi faktual yakni pasnagan Kartius-Pensong.