Breaking News:

JMNU Meminta Aparat Bersama NU Melawan Kebangkitan Gerakan Komunis

Dia juga meminta aparat kemanan khususnya TNI untuk terus bahu membahu dengan warga NU melawan gerakan kebangkitan komunis.

Editor: Hasanudin Aco
Polres Wonosobo
Seorang pemuda inisial AZ pemakai kaus bergambar palu arit saat diperiksa Polsek Sapuran Polres Wonosobo. 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI -Sekretaris Jenderal Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (JMNU), Adnan Rara Sina mengatakan, semakin hari masa pendukung Budi Pego terdakwa kasus logo palu arit makin anarkis.

"Mereka berusaha memprovokasi warga Banyuwangi dengan cara-cara kekerasan dan teror seperti dalam persidangan Budi Pego hari Selasa kemarin," ujar Adnan, Kamis (11/1/2018).

Sejak tahun lalu, kata dia, saat kasus logo palu arit ini muncul, pihaknya telah meyakini bahwa ini adalah sebuah gerakan sistematis, terstruktur dan masif dari kaum komunis kiri untuk numpang mencari panggung politiknya.

"Mengapa Jawa Timur yang dipilih khususnya Banyuwangi karena ada faktor historis, kesejarahan yang kuat dalam gerakan PKI," ujarnya.

Baca: Pemuda Berkaus Palu Arit Ternyata Buta Huruf, Begini Perlakuan Aparat

Dia mencontohkan, sejarah kekejaman PKI di Banyuwangi yang tak pernah di lupakan warga Nahdliyin adalah ketika PKI membantai 62 anggota pemuda Ansor yang sebelunya di racun oleh Gerwani yang menyamar jadi Fatayat NU.

"Untuk itu kami mendesak pihak aparat keamanan untuk menangkap provokator, biang kerusuhan dengan cara-cara teror di pengadilan Banyuwangi karena sudah sangat menggangu ketertiban umum dengan terus memaksakan kehendaknya pada pengadilan dengan klaim mengatas namakan rakyat,"bebernya.

Dia juga meminta aparat kemanan khususnya TNI untuk terus bahu membahu dengan warga NU melawan gerakan kebangkitan komunis yang saat ini telah nyata bangkit dan menyusup serta mulai berhasil melakukan inviltrasi di berbagai bidang kehidupan di tengah masyarakat.

"Kemudian bagi kami saat ini Banyuwangi saat ini sebagai sebuah daerah baru dengan pertumbuhan ekonomi tinggi melalui potensi pariwisata, keunggulan budaya dan terus berkembang dari maka dengan adanya eksploitasi kasus palu arit ini ke tingkat nasional tentu sangat mengganggu ekonomi warga Banyuwangi," terangnya.

Dia juga meminta Pemda Banyuwangi untuk ikut terlibat bersama warga untuk aktif melawan tangan tangan komunis yang tak ingin warga menggapai kemakmuran karena ketika kesejahteraan tercapai maka ideologi komunisme tak akan tumbuh.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved