Breaking News:

Keracunan Kerang Hijau, Warga Cirebon Muntah-muntah dan Kaki Tak Bisa Digerakkan

Pria berkaus oranye tampak terbaring di sebuah ranjang di Puskesmas Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/1/2018).

Kompasiana
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Pria berkaus oranye tampak terbaring di sebuah ranjang di Puskesmas Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/1/2018).

Sesekali ia memegang kepalanya. Melihat hal itu, seorang petugas langsung menghampirinya dan memijat kepalanya.

Pria yang sedang dipijat petugas puskesmas itu ialah Sukendro (44), warga Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.

Sukendro merupakan satu di antara puluhan warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, yang diduga keracunan kerang hijau.

"Sampai sekarang kalau jalan terasa mengambang seperti di planet," ujar Sukendro.

 Gejala itu dialaminya setelah menyantap 2 mangkuk kerang hijau pada Kamis (25/1/2018) sore.

Satu jam berselang, ia merasakan pusing, mual, dan muntah-muntah.

Saat itu, ia tak langsung memeriksakan diri ke Puskesmas Suranenggala.

ukendro memilih bertahan di rumah dan berharap segera sembuh dengan sendirinya.

"Di rumah muntah-muntah terus sampai sejam," kata Sukendro.

Sukendro juga "memaksa" kerang hijau yang telah disantapnya agar bisa dikeluarkan kembali.

Setelah berusaha memuntahkan kerang hijau yang ia makan, Sukendro memilih beristirahat karena kakinya terasa semakin keram.

Namun, hingga Jumat (26/1/2018) pagi, Sukendro masih merasa tidak enak badan.

Ia pun diantar anaknya untuk mendatangi Puskesmas Suranenggala.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu mengaku sering menyantap kerang hijau.

Namun, ia tak pernah mengeluhkan apapun dan baru kali ini mengalami gejala-gejala seperti itu.

"Biasanya saya makan kerang hijau tiga mangkuk juga baik-baik saja," ujar Sukendro.

Menurut Sukendro, kerang hijau itu merupakan pemberian kerabatnya dari Desa Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Ia menyantap kerang hijau itu bersama anak dan istrinya.

Namun, mereka baik-baik saja karena tidak memakan kerang hijau dalam jumlah banyak seperti yang disantap Sukendro.

Di Puskesmas Suranenggala, Sukendro diberikan obat dan diminta beristirahat sejenak.

Setelah beristirahat kira-kira 2 jam, Sukendro berniat pulang ke rumahnya.

Saat berjalan pulang, Sukendro tampak sempoyongan dan kedua kakinya pun gemetar.

Dibantu seorang petugas, ia berjalan menuju parkiran kendaraan karena anaknya telah menunggu di sebuah sepeda motor berwarna merah.

Warga Kecamatan Suranenggala yang lain juga ada yang masih merasa tak enak badan karena mengonsumsi kerang hijau.

Empat korban di antaranya masih dirawat di Puskesmas Suranenggala.

Dibandingkan Sukendro, kondisi mereka terlihat lebih lemah.

Keempatnya tampak hanya bisa terbaring lemah di ranjang.

Selang infus terpasang di lengan kiri mereka.

"Makan kerang hijau setelah magrib dan dibawa ke sini kira-kira pukul 22.00," kata Ruisi (49) yang tengah menunggu ayahnya, Asmika (70), dan keponakannya, Adim Samtika (15).

Ia mengatakan, Asmika dan Adim mengeluhkan gejala yang hampir sama dengan gejala yang dialami Sukendro.

Gejala yang mereka alami di antaranya adalah pusing, mual, dan keram di bagian kaki.

"Sudah tidak pusing dan mual, tapi kakinya masih terasa keram dan sulit digerakkan," ujar Asmika.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved