Ama Sita Habisi Istri Gara-gara Tak Mau Diajak Hubungan Intim

Mamierogo alias Ama Sita tega membunuh istrinya Menilati Laia alias Ina Sita karena tidak mau diajak untuk berhubungan badan.

Ama Sita Habisi Istri Gara-gara Tak Mau Diajak Hubungan Intim
Polres Nias Selatan
Mamierogo alias Ama Sita (kemeja putih garis-garis) tega membunuh istrinya Menilati Laia alias Ina Sita karena tidak mau diajak untuk berhubungan badan, Minggu (4/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Sofyan Akbar

TRIBUNNEWS.COM, NISEL - Mamierogo alias Ama Sita tega membunuh istrinya Menilati Laia alias Ina Sita karena tidak mau diajak untuk berhubungan badan.

Kejadian tragis ini berawal pada Selasa (30/1/2018) di saat Ama Sita mengajak istrinya untuk berhubungan badan dan sang istri tidak mau mengindahkan permintaan sang suami.

"Hal itu membuat sang suami berpikiran negatif bahwa istrinya tidak mau karena sudah memiliki pria lain dan akan lari dengan pria tersebut. Makanya Ama Sita bunuh istrinya sendiri,"kata Kapolres Nias Selatan (Nisel) AKBP Faisal Napitupulu, Minggu (4/3/2018).

Ia mengaku, pihaknya berhasil menangkap pelaku pembunuhan berdasarkan informasi dari masyarakat pada Selasa (30/1/2018) sekitar pukul 02.30 WIB bahwa adanya tindak pidana pembunuhan.

Baca: Saat Ibu Kos Terkapar, Terduga Pelaku Terlihat Kabur Memboncengkan Seorang Wanita

"Mengetahui hal tersebut, kita langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ternyata informasi tersebut benar adanya. Kita langsung mengamankan pelaku yang merupakan suami korban dan masih terlihat jelas darah segar menempel di tubuh pelaku,"ujarnya.

Ia menceritakan pembunuhan ini terjadi pada Selasa (30/1/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, petugas mendapat informasi telah terjadi tindak pidana pembunuhan di Desa Hiliaurifa, Kecamatan Maniamolo.

Kemudian petugas berangkat ke desa Hiliaurifa di mana berdasarkan hasil lidik di lapangan ditemukan informasi pada Senin (29/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB pelaku menyuruh keenam anaknya pergi meninggalkan rumah.

"Setelah sore, anaknya kembali ke rumah dan melihat kondisi rumah masih dalam keadaan terkunci. Setelah itu, keenam anaknya melaporkan kejadian tersebut kepada pamannya Hazatulo Laia alias Ama Mevi. Kemudian paman mereka pergi bersama dengan Liani Laia mendobrak pintu dan melihat pintu dipaku dari dalam yang diduga dipalu oleh pelaku,"kata orang nomor satu di Polres Nisel ini.

Saat itu, kata Faisal, kondisi pelaku mengalami luka tusuk dua liang di bagian ulu hati sedangkan kondisi korban telah meninggal dunia dengan mengalami luka sobek di bagian dada, jari telunjuk tangan kiri hampir putus.

"Korban meninggal dalam posisi tidak berbusana dan memakai celana pendek warna biru,"ujar Faisal. Pelaku, sambung Kapolres Nisel, melanggar Pasal 340 Subs 338 Subs 351 ayat (3) KUHPidana.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved