Efisiensi Anggaran, PJU Rusak Tidak Diperbaiki

Dengan kondisi keuangan yang sulit, tentu Pemerintah Kabupaten Nunukan akan berat menanggung biaya hingga Rp100 juta setiap bulan.

Efisiensi Anggaran, PJU Rusak Tidak Diperbaiki
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi - Petugas Penerangan Jalan Umum (PJU) memperbaiki salah satu lampu di Jalan Inspeksi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2013). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN- Pemerintah Kabupaten Nunukan dipastikan tak memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) yang rusak. PJU yang berada di ruas jalan utama Pulau Nunukan itupun dibiarkan tak menyala lagi.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Edy mengatakan, jenis meteri dan flat PJU yang rusak akan dimatikan untuk efisiensi anggaran.

"Kami matikan sekalian. Mengingat kemampuan keuangan kita tidak bisa mengcover pembayaran PJU," ujarnya, Selasa (27/3/2018).

Selama ini, kata dia, keberadaan PJU sangat membebani keuangan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Dengan kondisi keuangan yang sulit, tentu Pemerintah Kabupaten Nunukan akan berat menanggung biaya hingga Rp100 juta setiap bulan.

Saat ini dari 386 lampu meterisasi, yang masih menyala sekitar 330 lampu.

“Yang rusak atau mati sebanyak 56 buah,” ujarnya.

Baca: PDRB Nunukan Masih Didominasi Pertambangan dan Galian

Sementara jenis flat berjumlah 412 buah dengan kondisi yang masih menyala 342 buah dan yang mati sekitar 70 buah.

“Untuk lampu jenis solar cell berjumlah 802, sebanyak 364 masih menyala sedangkan yang 438 sudah rusak,” ujarnya.

Pihaknya berencana melakukan revitalisasi untuk memetakan PJU dimaksud.

“Nanti kami pilah, untuk jalan provinsi yang merevitalisasi pemprov. Kami ajukan anggaran ke sana, begitu juga untuk jalan nasional juga jalan pemkab," ujarnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved