Sabtu, 18 April 2026

Ahmad Basarah Apresiasi Penerapan Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi

Penerapan pelayanan publik Banyuwangi harus menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, baik kota/kabupaten maupun provinsi

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Ahmad Basarah 

TRIBUNNEWS.COM,  BANYUWANGI -  Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Sabtu (31/3) pagi. Basarah melihat langsung proses penerapan pelayanan publik yang diterapkan Pemkab Banyuwangi.

Dalam kunjungannya itu, Basarah mengunjungi Lounge Pelayanan Publik di kantor Pemkab Banyuwangi. Basarah melihat langsung penerapan sistem e-village budgeting, e-monitoring system, program Jalin Kasih, dan program lainnya.

"Penerapan pelayanan publik Banyuwangi harus menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, baik kota/kabupaten maupun provinsi di Indonesia," kata Basarah.

Menurut politisi berusia 49 tahun tersebut, kinerja pelayanan publik Banyuwangi perlu menjadi rujukan, karena telah menerapkan sistem perencanaan, monitoring, dan evaluasi, yang terukur tingkat keberhasilannya.

"Tugas pokok pemerintah adalah pelayanan publik. Di Banyuwangi sistem penerapannya telah mampu menetapkan standart-standart pelayanan publik yang dapat diukur tingkat kesuksesannya," jelas Basarah.

Karena itu, menurut Basarah, pemerintah daerah di Indonesia, harus mengirimkan delegasinya untuk mempelajari apa yang ada di Banyuwangi, dan diimplementasikan di daerah masing-masing.

Baca: Dapat Perhatian dari Jokowi, Abdullah Azwar Anas Pacu Kualitas Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

"Pelajari apa yang ada di Banyuwangi, tiru dan implementasikan sesuai karakteristik daerah masing-masing," kata Basarah.

Basarah mengatakan, sejak masih menjabat di DPR RI, telah melakukan banyak kunjungan ke berbagai daerah.

Namun dia mengaku tidak pernah melihat sistem pelayanan publik yang selengkap Banyuwangi.

"Saya telah banyak melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Namun tidak pernah melihat seperti di Banyuwangi, yang menerapkan sistem pelayanan dari hulu ke hilir, dan betul-betul dikelola secara detail," jelas politisi kelahiran 16 Juni 1968 tersebut.

Basarah mencontohkan sejumlah program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi, seperti tabungan pelajar, distribusi makanan lansia, dan kreasi ekonomi di kantong kemiskinan.

Dia juga mengapresiasi kinerja pengelolaan pemerintahan Banyuwangi, yang tak hanya bertumpu pada administrasi yang baik sesuai hukum keuangan negara, tapi program-programnya juga berdampak ke peningkatan ekonomi masyarakat.

"Pelayanan publik harus terukur dampaknya pada masyarakat. Itulah yang diterapkan di Banyuwangi, dan harus ditiru oleh pemerintah daerah lainnya," tambah Basarah. (Haorrahman)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved