Breaking News:

Ujian Nasional

Duh, Hari Pertama UNBK SMK di Surabaya, Kunci Jawaban Bocor ke Siswa

hari pertama UNBK jenjang SMK diwarnai dengan adanya dugaan kunci jawaban yang tersebar ke peserta didik.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah siswa menjawab soal Bahasa Indonesia yang tertera pada komputer saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMK Negeri 2, Jalan Ciliwung, Kota Bandung, Senin (2/4/2018). Pelaksanaan UNBK tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diselenggarakan serentak di seluruh tanah air itu, akan berlangsung hingga 5 April 2018 dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia hari pertama, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari keempat Teori Kejuruan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Saiful mengaku, sistem UNBK berasal dari server pusat di Kemendikbud. Begitu juga dengan kontrol server yang selalu terpantau oleh panitia dari pusat.

“Saya yakin itu tidak mungkin,hanya spekulasi saja itu. Karena server dipantau semua oleh pusat,” tutur dia.

Disinggung terkait pengawasan ujian, Saiful memastikan tidak akan ada perubahan. Proses ujian di sekolah akan dipantau oleh CCTV.

Sehingga, jika ada kecurangan pasti terpantau dan terbukti melalui rekaman.

“Kami punya bukti jika memang ada kecurangan,” tandasnya.

Sementara itu, Pakar IT Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Arif Senja Fitrani menuturkan, Kemendikbud kabarnya telah mengenkripsi soal-soal yang digunakan pada UNBK.

Namun, setiap enkripsi pasti bisa dilakukan deskripsi. Salah satunya dengan mengetahui algoritma data untuk memecahkan pola enskripsinya.

“Tapi jika ada hacker yang berulah, sangat kecil kemungkinan mengambil cara tersebut. Karena untuk melakukan decript  data yang sudah terenskripsi itu butuh waktu,” tuturnya.

Enskripsi data, lanjut dia, bisa dilakukan dengan dua pola. Pertama mengenkrispi paket soal pada saat sinkronisasi dari server pusat ke server lokal.

Kedua, mengenkripsi isi soal UNBK pada saat distribusi dari server pusat.

Pada saat sinkronisasi menggunakan jaringan internet, peluang untuk meretas terjadi. Sebab, pada saat itu server pusat dan server lokal menggunakan jaringan internet publik yang siapapun bisa masuk dan memotongnya.

“Tidak hanya soal UNBK. Nilai ujian juga bisa dipotong saat proses pengiriman ke server pusat berlangsung dan itu terbukti pernah terjadi,” pungkasnya.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved