Breaking News:

Ikut Investasi Bodong, Keluarga Pengusaha Minyak di Sidoarjo Ini Tertipu Rp 5,2 Miliar, Ini Kisahnya

Meski sudah banyak korban tertipu akibat investasi ilegal atau bodong, masih saja ada korban akibat praktik kajahatan itu.

surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Mas Gandhi (tengah) di dampingi kuasa hukum Rahmat Amrulloh menunjukan surat pengaduan ke Polda Jatim. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Meski sudah banyak korban tertipu akibat investasi ilegal atau bodong, masih saja ada korban akibat praktik kajahatan itu.

Kali ini dialami Mas Gandhi Tri Sulistiyoko (57) dan keluarga yang harus kehilangan Rp 5,25 miliar lantaran ikut investasi bodong.

Awal mula penipuan ini, Mas Gandhi yang merupakan pengusaha di eksplorasi perminyak asal Deltasari Baru, Sidoarjo ini ikut menanamkan investasi di PT Mione Global Indonesia.

Dia menanamkan modalnya di sana atas ajakan dari Ny Rubiyah Sardjono dan Kanthi Mayangsari yang menawarkan gabung ke member PT Mione Global Indonesia.

“Ibu Rubiah selalu meyakinkan invstasi ini bukan money game, MLM, legal dan murni bisnis. Investasi yang ditawarkan adalah saat menjadi member, saya menerima sejumlah nilai TC (top up credit) dari perusahaan yang bisa dipakai member berjualan pulsa dan token listrik lintas negara,” jelas Mas Gandhi, Senin (2/4/2018).

Atas bujuk rayu dan promosi gencar Rubiah, akhirnya mas Gandhi gabung dan berinvestasi pada 6 September 2016.

Dia ikut satu member VIP dengan membayar Rp 72 juta dan menjadi down line Rubiah dan Mas Gandhi.

Mas Gandi mengaku, saat awal ikut gabung menjadi member, memang bisa mendapat keuntungan. Dirinya bisa julan pulsa dan token listrik, kendati pemasukannya belum seberapa.

“Jika ikut member VIP, juga dapat casback senilai Rp 2 juta dan voucher senilai 3 juta per sepuluh hari,” sambungnya.

Baru ikut satu member VIP, Rubiyah terus merayu Mas Gandhi supaya menambah member lebih banyak demi mendapat keuntungan lebih besar.

Rayuan tersebut mempengaruhi Mas Gandhi dengan menambah 11 member VIP.

“Saya ajak istri, keluarga, saudara dan sahabat ikut jadi member. Ini dilakukan pada akhir September hingga Desember 2016 dengan total nilai investasi Rp 5,256.240.000,” tutur Mas Gandhi.

Kekhawatiran penawaran investasi yang dilakukan Rubiyah itu ilegal atau bodong menjadi kenyataan.

Ini seiring keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Januari 2017 yang menyebutkan PT Mione Global Indonesia melakukan kegiatan usaha penawaran investasi tak berizin.

Tapi, Rubiyah tetap menjalankan usahanya dengan menawarkan ivestasi ke orang lain.

“Puncaknya terjadi pada Maret 2017, TC ke perusahaan (Mione Global Ondonesia) sudah tak terbayar. Kemudian pada April, TC dari perusahaan juga sudah tak bisa dipakai jualan pulsa dan token listrik. Semuanya macet dan uang yang saya investasikan tak kembali ,” terang Mas Gandhi.

Merasa dirugikan miliaran rupiah, Mas Gandhi berusaha mencari Rubiyah dan meminta pertangungjawabkan.

Termasuk langkah somasi dan mediasi, mulai Agustus hingga Desember 2017. Tapi, Rubiyah tidak bersikap kooperatif.

Akhirnya Mas Gandhi dan keluarganya mengadukan persoalan ini ke Polda Jatim. Masalah ini sekarang amsih diselidiki Dirreskrimsus Polda Jatim.

“Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan, saya juga sudah dimintai klarifikasi dan keterangan soal investasi ilegal ini,” terang Mas Gandhi.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved