Miras Oplosan

Bos Miras Oplosan Terancam Penjara Seumur Hidup

Hasil uji laboratorium Polri memastikan penyebab kematian 45 warga Kabupaten Bandung setelah mengkonsumsi miras oplosan.

Bos Miras Oplosan Terancam Penjara Seumur Hidup
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (kanan) menghadirkan barang bukti dan empat tersangka pembuat minuman keras (miras) oplosan saat digelar konferensi pers di rumah tersangka Samsudin Simbolon, di Jalan Bypass Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4/2018). Dalam keterangannya, Wakapolri meminta agar produsen dan penjual minuman keras oplosan dijerat pasal dengan ancaman kurungan penjara maksimal karena sangat merugikan, menganggu tata kehidupan masyarakat, dan banyak warga yang meninggal. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Hasil uji laboratorium Polri memastikan penyebab kematian 45 warga Kabupaten Bandung setelah mengkonsumsi miras oplosan.

Miras oplosan itu mengandung racun dalam zat kimia methanol yang diproduksi jadi minuman keras oleh Samsudin Simbolon (50) bersama istrinya, Hamciah Manik (40).

Dalam produksinya, suami istri itu dibantu oleh tiga orang peracik berinisial As, Sn dan Uw. Ketiga orang ini masuk daftar pencarian orang oleh Polda Jabar.

"Berdasarkan hasil laboratorium, penyebab kematian karena miras ini memiliki kandungan methanol yang dicampur dengan (ethyl) alkohol," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di rumah tersangka Samsudin Simbolon (50) di Jalan Bypass Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4/2018).

Wakapolri Komjen Syafrudin turut hadir pada kesempatan itu.

Methanol adalah zat kimia berbahaya jika dikonsumsi. Umumnya, methanol digunakan sebagai bahan bakar atau campuran spirtus hingga pembasmi serangga.

Methanol juga bersifat racun dan berbahaya jika dikonsumsi.

"Karakteristik methanol jika dikonsumsi yakni mata berkunang-kunang, sesak nafas, muntah, mual hingga susah bernafas kemudian meninggal. Namun, tergantung dari seberapa banyak diminum dan seberapa kuat daya tahan tubuh peminum. Itu kenapa dalam kasus ini korban tewas tidak berbarengan," ujar Agung.

Sejumlah barang bukti utama disita penyidik Direktorat Reserse dan Narkotika ‎Polda Jabar semisal air mineral, ethyl alkohol, methanol, minuman suplemen hingga pewarna makanan dari sebuah ruangan bawah tanah di bagian belakang rumah tersebut.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved