Miras Oplosan

Novarianto Mengeluh Tak Bisa Melihat dan Muntah-muntah Usai Minum Miras Oplosan

Pria yang diketahui bernama Novarianto (38) itu mengeluh mual, muntah, sesak nafas dan bahkan sempat tidak dapat melihat.

Novarianto Mengeluh Tak Bisa Melihat dan Muntah-muntah Usai Minum Miras Oplosan
Tribunjatim.com/Nur Ika Anisa
Kapasari Perdukuhan Buntu, kawasan tempat tinggal Novarianto (38), pria yang dilarikan ke rumah sakit pada Senin (23/4/2018) dini hari usai menenggak minuman keras oplosan TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Seorang warga Jalan Kapasari Perdukuhan Buntu dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Senin (24/4/2018) malam.

Pria yang diketahui bernama Novarianto (38) itu mengeluh mual, muntah, sesak nafas dan bahkan sempat tidak dapat melihat.

Adik kandung korban, Try Agus Setiawan (29) mengatakan, kakaknya itu minum minuman keras oplosan seorang diri di rumahnya yang terletak di seberang gang kampung pada Jumat (20/4/2018) dini hari.

Namun esok harinya, korban mengeluh dan dilarikan ke RS Soewandi, namun pihak rumah sakit meminta dirujuk ke RS Dr Soetomo.

Agus menyebut sang kakak kerap minum minuman keras yang dibeli di daerah Sidotopo Surabaya.

"Keracunan minuman itu. Saya mikirnya itu oplosan, karena biasanya mas itu ya peminum, cuma kok herannya ini sampai muntah," ujar Try Agus Setiawan kepada Tribun Jatim di depan rumahnya, Selasa (24/4/2018) dini hari.

Baca: Sebelum Dirikan First Travel, Andika Hanya Pegawai Minimarket dan Sempat Jualan Pulsa hingga Seprai

"Awalnya itu ga bisa lihat sama sekali. Lambungnya sakit sesak nafas. Itu setelah minum langsung begitu gejalanya," papar Agus.

Agus turut prihatin adanya pemberitaan korban meninggal dunia akibat miras.

Ia berharap kepolisian dapat meringkus peracik maupun pengecer di daerah Sitopo itu.

"Belinya ngaku di Sidotopo. Mas ku keseringan jadi masih tahan, 10 tahun minum. Coba kalau kita ya pasti (meninggal)," ujar Agus.

Hingga saat ini, Novarianto masih diperiksa di Dr Soetomo, ia dilaporkan baru menjalani cuci darah dan kini dalam masa pemulihan.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved