Breaking News:

Sekali Bawa Sabu 3,2 Kg Lelaki Sampang Ini Dibayar Rp 40 Juta

Pria 35 tahun asal Dusun Panjelin, Sokobanah Daya, Sampang ini merupakan kurir sabu 3,2 kg yang disergap BNNP di tol jembatan Suramadu.

Surya/Fathkul Alamy
Tersangka Ahmadi bersama petugas BNNP Jatim 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Ahmadi tidak banyak bicara saat berada di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Pria 35 tahun asal Dusun Panjelin, Sokobanah Daya, Sampang ini merupakan kurir sabu 3,2 kg yang disergap BNNP di tol jembatan Suramadu.

Ahmadi mengaku, dirinya baru sekali ini mejemput dan mengantarkan sabu yang hendak dibawa ke Pamekasan.

"Baru satu kali ini, saya dipaksa bos untuk mengantarkan," aku Ahmadi sambil menunduk di BNNP Jatim, Kamis (24/5/2016).

Ahmadi menuturkan, dirinya hanya mendapat perintah untuk mengambil barang di Jakarta.

Selanjutnya, dari Jakarta ke Surabaya naik bus dengan tujuan ke Terminal Bungurasih.

Setelah itu, meneruskan perjalanan naik bus ke Pamekasan.

"Saya ditangkap di jembatan Suramadu," ucap Ahmadi.

Sekali antar sabu 3,2 Kg yang bersal dari Malaysia, Ahmadi mengaku mendapatkan upah sebesar Rp 40 juta.

"Dijanjikan diberi Rp 40 juta. Sabu akan saya bawa ke Pamekasan, tapi saya tak kenal orangnya yang mau menerima," tutur Ahmadi.

Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Kepala BNN Jatim mengtakan, Ahmadi ini merupakan jaringan Malaysia.

Begitu tiba di Jakarta, Ahmadi yang sudah menunggu dan mengambil sabu.

Selanjutnya, Ahmadi meneruskan perjalanan ke Surabaya naik bus dan pulang ke Madura.

Saat melintas di jembatan tol Suramadu sisi Surabaya, petugs BNNP menghentikan dan menangkap Ahmadi.

Saat ditangkap, Ahmadi membawa tas punggung dan digeledah.

Ada tiga bungkus plastik besar berisi sabu.

Tiga bungkus itu, masing-masing berisi sabu seberat 597 gram, 614 gram dan 504 gram.
Setelah ditotal, sabu seberat 1,7 Kg.

Selain itu, petugas juga menemukan sabu yang disembunyikan di penanak nasi yang dibawa Ahmadi.

Setelah dibuka, isinya paket sabu 1,5 Kg.

"Kami terus melakukan penindakan peredaran gelap narkoba. Kami tidak sendirian, bekerja sama sengan lembaga lainnya juga," cetus Bambang.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved