Pupuk Asal Cina Tdak Bisa Dikirim ke Kalimantan Tengah

Proses masuk memang sudah sesuai tapi yang bermasalah, pupuk di sini tidak terdaftar di Kementerian Pertanian

Pupuk Asal Cina Tdak Bisa Dikirim ke Kalimantan Tengah
banjarmasinpost.co.id/a rizky abdul gani
Kapenrem 101/Antasari Major Chaerul saat meninjau langsung penyimpanan pupuk asal Cina di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Pupuk Asal Cina Tak Bisa Dikirim ke Kalteng, Korem 101 Antasari Akan Kawal Ketat Pupuk Cina, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/05/30/pupuk-asal-cina-tak-bisa-dikirim-ke-kalteng-korem-101-antasari-akan-kawal-ketat-pupuk-cina. Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani Editor: Elpianur Achmad 

Laporan Wartawan Banjarmasin Post A Rikzi Abdul Gani

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Hampir sebulan sudah, kini ribuan pupuk asal Cina yang semula diangkut kapal Mother Vesssel (MV) Toyo Maru mangkrak di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (30/5) siang.

Kedatangannya yang semula akan dikirim ke PT Graha Inti Jaya Kapuas Desa Pulau Keladan, Mentangai Kabupaten Kapuas Kalteng.

Namun lantaran statusnya yang masih diduga bermasalah terutama terkait perizinan di Kementerian Pertanian, kini pupuk terpaksa tertahan di Gudang penyimpanan Pelindo III Banjarmasin.

Danrem 101 Antasari, Kolonel Inf Yudianto Putrajaya melalui Kapenremnya, Major Chaerul saat meninjau langsung ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, membenarkan hal tersebut.

Ia yang bersama rombongan awak media siang tadi juga memastikan pupuk-pupuk tidak bisa dikirim dulu.

"Betul sampai saat ini pupuk-pupuk tersebut masih tersimpan di gudang penyimpanan. Kami akan kawal ketat. Dan kami pastikan bila sampai pupuk bisa keluar dari gudang, maka barang itu ilegal," pungkasnya.

Lebih lanjut, disinggung mengenai kelengkapan dokumen masuknya barang dari Cina itu di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Chaerul tidak menampik statusnya lengkap.

Baca: Industri Pupuk Harus Efisiensikan Ongkos Produksi

Namun hanya saja mengingat pupuk-pupuk tersebut dinyatakan tidak terdaftar atau mendapatkan perizinan dari Kementrian Pertanian, sehingga tidak diperkenankan barang pun dikirim ke tempat tujuannya.

" Proses masuk memang sudah sesuai. Tapi yang bermasalah, pupuk di sini tidak terdaftar di Kementerian Pertanian. Selain itu, meskipun peruntukkan untuk perusahaan, tapi tidak ada kecuali pihak perusahaan harus mencantumkan perizinan dari kementrian. Mengingat lahan masih berada di Indonesia," jelasnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved