15 Persen Bayi di Kota Tasikmalaya Alami Stunting
Sekitar 15% dari total bayi di Kota Tasikmalaya disinyalir mengalami masalah kurang gizi kronis alias stunting.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA- Sekitar 15% dari total bayi di Kota Tasikmalaya disinyalir mengalami masalah kurang gizi kronis alias stunting.
Stunting mengakibatkan pertumbuhan anak terhambat misalnya fisik anak lebih pendek ketimbang anak-anak seusianya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Zainal Kholis, mengatakan para bayi stunting tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Dia menuturkan angka 15% bayi stunting tersebut terbilang kecil dibandingkan angka bayi stunting secara nasional maupun Provinsi Jawa Barat yang menurutnya mencapai di atas 30%.
Kendati demikian, Cecep menyebut Dinkes Kota Tasikmalaya terus berupaya untuk menekan angka bayi stunting tersebut.
"Lebih kepada preventif, pencegahan, jangan muncul lagi bayi-bayi stunting. Calon ibu-ibu sudah kami intervensi, yang baru nikah atau yang hamil kita berikan pemahaman. Sosialisasi terus dilakukan supaya angkanya bisa turun," Kata Cecep, Senin (9/7/2018) siang.
Untuk para anak yang telah terindentifikasi stunting, ujar Cecep, pemerintah terus pemantauan pertumbuhan mereka.
"Terus kami pantau perkembangannya. Stunting itu karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama, kurang asupan, baik saat mengandung maupun setelah melahirkan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wakil-presiden-jusuf-kalla_20180328_175033.jpg)