Ditreskrimum Polda Jabar Ambil Alih Kasus Tahanan Tewas di Polres Subang

Ditreskrimum Polda Jabar mengambil alih penanganan kasus tewasnya tahanan Polres Subang, Ade Diding Suganda yang diduga dianiaya oleh sesama tahanan.

Ditreskrimum Polda Jabar Ambil Alih Kasus Tahanan Tewas di Polres Subang
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar mengambil alih penanganan kasus tewasnya tahanan Polres Subang, Ade Diding Suganda yang diduga dianiaya oleh sesama tahanan.

Ade merupakan PNS Pemkab Subang, ditahan karena tuduhan kasus penipuan dan penggelapan modus jual beli proyek di Dinas PUPR.

Polres Subang sudah menetapkan 13 tersangka yang merupakan tahanan Polres Subang, dengan inisial Ap, Dy, H, Am, T, F, Ay, Es, Su, S, U, UK dan SH.

Semula, kasusnya ditangani Polres Subang.

"Untuk proses penyidikan selanjutnya, maka terhadap 13 tersangka akan diback up dan perkembangan kasusnya akan diambil oleh Ditreskrimum Polda Jabar," ujar Kabid Humas Pold Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (18/7/2018).

Baca: Tahanan Polsek Cisalak Subang Kabur, Kapolda Jabar: Kapolseknya Sudah Saya Copot

Selain menetapkan 13 tersangka, satu perwira Polres Subang dan dua anggotanya saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jabar.

Kasus penganiayaan diduga ada kelalaian petugas jaga dalam menjaga tahanan.

"Untuk menegakkan kode etik dan disiplin Polri, maka Bid Propam Polda Jabar memproses ketidakdisiplinan yang dilakukan Kasat Tahti Polres Subang serta para petugas jaga tahanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menyebabkan tahanan meninggal dunia," kata Truno.

Kasus ini juga diviralkan ratusan akun Facebook.

Dugaan Ade dianiaya tahanan‎ diputarbalikkan jadi dianiaya dan diperas anggota Polri. Truno membantah hal tersebut yang viral.

"Yang viral di media sosial pelaku penganiayaan adalah anggota Polri dan petugas jaga tahanan Polres Subang meminta uang dari para tahana adalah hoax, semuanya tidak benar," katanya.

Terkait kematian Ade, polisi sedang menunggu hasil visum dari RS Sartika Asih untuk mengetahui penyebab kematian.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved