Breaking News:

Impor Kalajengking dan Kecoa dari Yunani Digagalkan Balai Karantina Pertanian Surabaya

Kalajengking dan kecoa sepertinya masih banyak di Indonesia. Tapi ternyata, ada juga warga yang memilih mendatangkan dua jenis hewan itu dari Yunani

surabaya.tribunnews.com/m taufik
Kalajengking impor yang disita Balai karantina Pertanian Surabaya 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kalajengking dan kecoa sepertinya masih banyak di Indonesia. Tapi ternyata, ada juga warga yang memilih mendatangkan dua jenis hewan itu dari luar negeri.

Balai Karantina Pertanian Surabaya menemukan ada warga yang mengimpor kalajengking dari Yunani.

"Ada 23 ekor kalajengking diamankan di Jember," kata M Musafak, Kepala Kantor Balai Karantina Pertanian Surabaya, Senin (30/7/2018).

Hewan itu diamankan oleh petugas karena proses impornya tanpa dilengkapi dokumen yang legal. Dalam pemeriksaan, diketahui hewan ini sengaja diimpor untuk dipakai bahan obat.

Selain itu, petugas Balai Karantina Pertanian juga mengamankan 50 ekor kecoa yang didatangkan dari luar negeri. Tepatnya dari Malaysia. Barang ini dikirim via kantor pos di Jalan Juanda.

Sama seperti Kalajengking, barang ini juga disita karena tanpa dilengkapi dokumen sang sah.

"Selain itu, juga ada berbagai barang kiriman dari luar negeri yang disita petugas karena melanggar ketentuan," lanjutnya.

Termasuk di antaranya adalah berbagai bibit tanaman. Seperti bibit cabe, sawi, kacang hijau, bawang dan berbagai bibit tumbuhan yang didatangkan dari sejumlah negara lain.

Seperti Amerika, Tiongkok, Thailand, Ceko, Hongkong, dan sejumlah negara lain.

Berbagai hewan dan bibit tanaman yang telah disita sepanjang Januari hingga Juli tersebut jumlahnya sangat banyak, hampir segudang.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved