Breaking News:

Norman Sumringah, Motornya yang Bulan Lalu Dicuri Akhirnya Kembali

Sepeda motor yang biasa dipakainya bekerja sehari-hari dicuri pada Kamis (12/7) dari rumahnya oleh tersangka bernama Sahril Sidik

Editor: Hendra Gunawan
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo saat menyerahkan motor curian ke Norman Hendri di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Rabu (1/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-‎Norman Hendri (26) warga Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Regol Kota Bandung sumringah saat Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menyerahkan sepeda motornya di Mapolrestabes Bandung, Rabu (1/8/2018).

Sepeda motor yang biasa dipakainya bekerja sehari-hari dicuri pada Kamis (12/7) dari rumahnya oleh tersangka bernama Sahril Sidik (21), warga Kabupaten Cianjur.

"Alhamdulillah motor saya bisa saya bawa kembali setelah dicuri di rumah. Saya senang sekali karena motor dipakai sehari-hari untuk kerja," ujar Norman usai menerima sepeda motornya dari Kapolrestabes.

Sahrul berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polrestabes Bandung pada pekan ini. "Modusnya tersangka mendekati motor korban kemudian merusak kunci kontak gunakan kunci astag dan membawa pergi motor tersebut," ujar Hendro.

Aksi Sahrul saat mencuri terekam Circuit Close Television (CCTV). Berbekal rekaman CCTV, polisi mengembangkan kasus itu hingga akhirnya bisa ditangkap. Sahrul terancam pidana di Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman lebih dari 1 tahun.

"Biasanya mereka beraksi tiga orang. Satu memantau, satu joki dan satu lagi eksekutor. Dengan ini kami sampaikan bahwa kami akan terus mengejar dan menangkap pelaku kejahatan di Kota Bandung supaya aman," ujar dia.

Saat ini, Sahrul mendekam di tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan pada proses penyidikan. Selama pemeriksaan, sejumlah fakta baru terungkap.

"Pelaku telah melakukan aksinya lebih dari 32 kali di wilayah Kota Bandung bersama teman-temannya. Barang bukti lain terkait motor curian sedang kami kembangkan‎," ujar Hendro.

‎Sahrul mengaku sudah setahun terakhir menjalankan aksinya, berbekal "ilmu" mencari motor yang dipelajari dari sejumlah temannnya. "Paling lama satu menit saya bisa mencuri motor orang dengan membuka kunci stang," ujarnya.

Tidak lama ia menyimpan hasil curiannya. Paling lama dua sampai tiga hari, selama itu ia mencari penadah motor curian untuk dijual. "Motornya dijual, uangnya buat sehari-hari," kata Sahrul.

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved