Peminjam Uang Aplikasi Fintech Ilegal di Bandung Tuai Masalah, Baru Pinjam 7 Hari Langsung Berbunga

Sayangnya, mereka yang meminjam uang pada perusahaan fintech yang tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Sejumlah warga Kota Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat (Jabar) mengakses pinjaman uang ke perusahaan financial technology (fintech).

Peminjaman uang pada perusahaan fintech dengan media aplikasi ponsel berbasis Android dan Apple.

Sayangnya, mereka yang meminjam uang pada perusahaan fintech yang tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada Mei 2018, O‎JK merilis 51 perusahaan fintech berizin dan resmi dengan domisili mayoritas perusahaan itu berada di Jabodetabek. Akibatnya, para peminjam ini jadi menemukan masalah.

Sejumlah peminjam uang dengan skema online lewat aplikasi menjelaskan, awalnya, setiap calon peminjam uang pada perusahaan fintech harus menginstal aplikasi-aplikasi fintech di Playstore atau App Store di Apple.

Misalnya, Tangbull, Angel Cash, We Cash, Kook Cash, Micromoney, Rupiah Now, Go Rupiah, Tunai Kita, Dana KLAT, Rupiah Avenue dan lebih dari 10 aplikasi fintech lainnya.

Tribun mencocokan nama-nama yang disebut oleh sejumlah peminjam uang itu dengan nama perusahaan fintech berizin dan terdaftar di OJK. Namun, tak satupun perusahaan fintech yang disebutkan itu cocok dengan perusahaan yang terdaftar.

Elis Widaningsih (36) warga Kabupaten Bandung menjelaskan, saat menginstal, aplikasi itu meminta izin untuk mengakses daftar kontak telpon, SMS, panggilan telpon, galeri, hingga perangkat ponsel si calon peminjam.

Jika tidak diizinkan, aplikasi peminjaman uang itu tidak bisa digunakan. Si calon peminjam diwajibkan mencantumkan nomor telpon yang bisa dihubungi.

Pantauan Tribun dalam satu aplikasi, Tangbull misalnya, setelah menginstal, terdapat sembilan s ketentuan yang harus disetujui.

Salah satunya, penyelenggara dengan persetujuan pengguna (peminjam), untuk mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan atau menggunakan data pribadi.

Kemudian di aplikasi Dana Rupiah. Sebelum aplikasi itu bisa digunakan, terdapat sejumlah ketentuan yang harus disetujui oleh calon peminjam.

Misalnya saja, ketentuan soal kewenangan Dana Rupiah untuk mengakses dan menggunakan data pribadi peminjam yang ada di ponsel seperti nomor telpon, rekening bank, alamat email dan data-data pribadi lainnya.

Dari puluhan aplikasi fintech yang digunakan peminjam, semuanya menerapkan ketentuan serupa. Termasuk, membebaskan perusahaan fintech dari semua tuntutan pidana dan gugatan perdata yang muncul setelah perjanjian pinjam meminjam uang ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved