HUT Kemerdekaan RI

Pertama Kalinya Gerbang Perbatasan Pertama dan Tertua, PLBN Entikong Gelar Upacara HUT Kemerdekaan

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 terasa di gerbang perbatasan pertama dan tertua Indonesia, Pos Lintas Batas Negara Entikong.

Pertama Kalinya Gerbang Perbatasan Pertama dan Tertua, PLBN Entikong Gelar Upacara HUT Kemerdekaan
Istimewa
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 terasa di gerbang perbatasan pertama dan tertua Indonesia, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (17/8/2018). 

Sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi butir ketiga ‘Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan: pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa, kawasan timur Indonesia dan kawasan perbatasan’, pada awal pemerintahannya Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres 6/2015 tentang ‘Percepatan Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Pendukungnya’.

Tujuh PLBN Terpadu yang telah direvitalisasi dan diresmikan Presiden Jokowi yakni Entikong, Aruk, Nanga Badau (Kalimantan Barat), Wini, Motaain, dan Motamasin (Nusa Tenggara Timur) serta Skouw (Papua).

Upacara HUT RI di PLBN Entikong_3
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 terasa di gerbang perbatasan pertama dan tertua Indonesia, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (17/8/2018).

Baca: Insiden Tali Bendera Putus di Pulau Maratua, Menteri Enggartiasto: Ambil Hikmahnya

Tak lama setelah dilantik jadi presiden, Jokowi mengunjungi PLBN Entikong pada 21 Januari 2015 dan tegas menekankan bahwa wilayah perbatasan merupakan cerminan wajah Indonesia.

Hampir dua tahun kemudian, 21 Desember 2016, Presiden Jokowi datang lagi dan meresmikan kemegahan PLBN Entikong sebagai teras rumah yang memisahkan antara Indonesia dan Malaysia.

Kini, PLBN Entikong berdiri jauh lebih megah dibandingkan pos lintas batas di sisi Tebedu, Negara Bagian Serawak, Malaysia.

"Ini masalah kebanggaan, masalah nasionalisme, masalah martabat dan harga diri kita. Kalau saya tidak mau seperti itu. Di sana saya bisa melihat, yang di sebelah sangat megah, yang di kita sangat jelek sekali. Saat itu juga saya perintahkan Menteri PU seminggu harus diruntuhkan. Saya minta dua tahun harus lebih baik dari yang di sana. Inilah sebuah kebanggaan yang ingin kita bangun bahwa kita ini negara besar," kata Presiden Jokowi ketika itu.

Penulis: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved