Gempa di Sulteng

ACT Dirikan Dapur Umum dan Tenaga Medis ke Korban Gempa Yang Terisolir di Sigi

Untuk tenaga medis, terdapat dokter dari ACT yang memeriksa setiap keluhan dan memberikan obat para warga

ACT Dirikan Dapur Umum dan Tenaga Medis ke Korban Gempa Yang Terisolir di Sigi
Tribun Jakarta/Elga Putra
Selain memberikan bantuan, ACT juga membuka dapur umum agar warga bisa bekerjasama untuk memasak bahan logistik yang diberikan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNNEWS.COM,  SIGI - Korban gempa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah masih minim mendapatkan bantuan.

Hal itu karena akses menuju wilayah tersebut masih terputus sehingga sulit untuk menyalurkan bantuan ke wilayah itu.

Karenanya, hari ini relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan bantuan logistik dan tenaga medis di Desa Salua, Kecamatan Kulawi yang terdampak cukup perah dari bencana gempa.

"Hari ini kita datang ke Desa Salua meski hari ini listrik disini masih terputus. Kami bawa logistik semacam beras, gula, sembako dan telur untuk kita suplai kesini," kata Koordinator Rescue ACT wilayah Sigi, Rahadiansyah di lokasi, Rabu (10/10/2018).

Selain memberikan bantuan, ACT  juga membuka dapur umum agar warga bisa bekerjasama untuk memasak bahan logistik yang diberikan.

Baca: Kondisi Sigi Pascagempa: Jalan Terputus, Longsor Hingga Tak Ada Listrik dan Jaringan Komunikasi

"Kita suplai logistiknya bahan mentah sayuran agar mereka tidak makan mie terus karena disini terisolir dan belum ada warung yang buka‎," ujarnya.

Selain di Desa Salua‎, Rahadiansyah ‎menyebut pihaknya bakal membuka dapur umum di wilayah lain yang masih terisolir.

"Kalau di dapur umum kita akan coba satu lagi di Desa Pandere dan insya allah satu lagi mungkin di Dolo Selatan, Sigi," kata Rahadiansyah.

Sedangkan untuk tenaga medis, terdapat dokter dari ACT yang memeriksa setiap keluhan dan memberikan obat para warga.

Bantuan medis ini akan berkeliling di wilayah-wilayah terdampak gempa untuk mengobati warga yang terkena penyakit pasca diguncang bencana.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved