Jadi Buronan Karena Tikam Haniman Hingga Tewas Tahun Lalu, Polta Akhirnya Roboh Ditembak Polisi

Polta menjadi buronan petugas selama satu tahun atas kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Hendra Gunawan
Sriwijaya Post/Welly Hadinata
Polta (34) tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya tewas, keok ditembak petugas dan kini diamankan di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (9/10/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Welly Hadinata

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Lantaran berusaha melawan dan melarikan diri dari kepungan petugas, Polta (34), terpaksa diberikan tindakan tegas dengan tiga tembakan.

Tembakan itu bersarang di dua kaki kanan dan satu pada kaki kirinya. Polta pun keok dan tersungkur.

"Selama ini aku kabur ke Lampung dan pindah-pindah tempat. Selama ini di Lampung, aku kerja sebagai kuli bangunan. Aku kembali ke Palembang, karena kangen Samo keluarga, tapi ditangkap polisi," ujar Polta, ketika rilis perkara di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (9/10/2018).

Tersangka Polta diringkus petugas di kawasan Teratai Putih Kecamatan Sukarami Palembang Sabtu (6/10/2018).

Baca: Jono Oge, Kampung yang Bergeser Sejauh 3 Km dan Tertukar Dengan Kebun Jagung

Polta menjadi buronan petugas selama satu tahun atas kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Penganiayaan yang korbannya tewas atas nama Haniman, terjadi di Kafe Pink Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang pada Sabtu 19 Agustus 2017.

"Waktu kejadian itu, aku tusuk korban itu tiga kali dan satu kali tusukan di punggungnya. Aku tidak kenal sama korban, kami ribut karena korban itu pukul aku pakai botol. Setelah kejadian itu aku langsung kabur ke Lampung dan tidak tahu kalau korbannya meninggal dunia," ujar Polta.

Baca: Ikut Terserang Demam Seberapa Gregetnya, Sandiaga Uno: Kemarin Abang Lari Pagi Jam 12 Siang

Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korbannya di salah satu kafe kawasan Jalan Soekarno Hatta pada 19 Agustus 2017.

Korbannya saat itu ditusuk sebanyak tiga lobang hingga meninggal dunia.

Tersangka ditangkap setelah kembali ke Palembang dari pelariannya di Lampung.

"Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas yakni melakukan tembakan, karena tersangka melakukan perlawanan. Dalam pemeriksaan petugas, tersangka telah mengakui perbuatannya dan tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP," ujar Yoga. (Welly Hadinata)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Berita Palembang: Tersangka Pembunuh Ini Tersungkur Diterjang Timah Panas,

Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved