Dalam Sehari, Wanita Muda Ini Layani 5 Pria Hidung Belang

Di saat pelanggan menghubungi perantara maka perantara itu mengirimkan foto-foto wanita dan list harganya

Dalam Sehari, Wanita Muda Ini Layani 5 Pria Hidung Belang
Dokumentasi Humas Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri), Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi (Tengah), saat menginterogasi dua wanita yang diduga terlibat jaringan prostitusi online di Apartemen Bogor Valley, Rabu (17/10/2018) 

 

TRIBUNNEWS.COM,  BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya menggerebek dua wanita di apartemen Bogor Valley.

Kedua wanita itu mengaku melayani lima pria dalam sehari.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Pada Satpol PP Kota Bogor Asep Setia Permana mengatakan bahwa dari pengakuan wanita, mereka mendapat pelanggan dari perantara.

"Iya lokasinya beda beda, perantara ini yan nentuin, jadi udah deal langsung perempuannya di kirim ke lokasi, dalam sehari dari pengakuannya itu tergantung bisa tiga sampai lima," ucapnya.

Kasat Pol PP Kota Bogor Heri Karnadi menuturkan bahwa sang perantara ataupun mucikari bergerak di belakang layar.

"Kemarin itu yang foto itu bukan dari orangnya langsung tapi dari perantara ke perempuannya," kata Herinsaay ditemui di Mako Pol PP Jalan Pajajaran, Kamis (18/102/2018).

Heri menjekaskan bahwa cara kerja sang perantara ataupun mucikari dalam bertransaksi menggunakan aplikasi chating.

Di saat pelanggan menghubungi perantara maka perantara itu mengirimkan foto-foto wanita dan list harganya.

Heri juga mengatakan penentuan lokasi mereka berkencan itu ditentukan oleh sang mucikari.

Maka dari itu Heri menegaskan bahwa prostitusi itu merupakan prostitusi online atau prostitusi jaringan.

"Nah iya makanya, ini prostitusi jaringan prostitusi online jadi psk nya bukan di dapat kita seperti kemarin bawa di dinsos panti rehab selesai bukan itu jadi yang kita incar kita kembangkan adalah mucikarinya," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved