Gempa di Sulteng

Fintopia Sumbangkan Dana 200 Juta ke ACT Untuk Korban Gempa Sulteng

Fintopia perusahaan fintech (financial technology) pemilik produk Easycash memberikan bantuan cepat tanggap berupa penghapusan

Fintopia Sumbangkan Dana 200 Juta ke ACT Untuk Korban Gempa Sulteng
Istimewa
Penyerahan sumbangan dari Fintopia ke ACT untuk disalurkan kepada korban gempa di Sulawesi Selatan 

TRIBUNNEWS.COM -- Fintopia perusahaan fintech (financial technology) pemilik produk Easycash memberikan bantuan cepat tanggap berupa penghapusan tagihan piutang bagi pengguna Easycash yang tinggal di wilayah Palu – Sigi – Donggala.

“Hal ini merupakan bentuk bantuan pertama yang diberikan secara tidak langsung oleh pihak Fintopia kepada para korban bencana alam di Palu dan sekitarnya” ucap CEO Fintopia, Liu Yongyan dalam keterangan persnya, Kamis (8/11/2018).

Fintopia juga sempat datang mengunjungi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 200 juta untuk membantu korban gempa di Palu, dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan rumah sementara bagi korban bencana alam disana.

Pihak ACT memperkirakan bahwa sekarang ini pembangunan rumah sudah mencapai 30% dan akan selesai dalam waktu kurang dari sebulan. Head of Partnership ACT, Basair Muhammad menegaskan bahwa dari Tim lapangan bekerja selama 24 jam untuk mempercepat pembangunan rumah sementara atau shelter ini.

Baca: Ahmad Dhani Dituding Galau dan Unggah Foto-foto Lawas Setelah Maia Estianty Menikah, Begini Faktanya

Menurut Basair, bantuan untuk pembuatan shelter atau rumah sementara ini sangat bermanfaat bagi korban bencana palu. Karena saat ini di Indonesia sedang memasuki musim hujan, dimana korban sekarang masih tinggal di dalam tenda yang apabila turun hujan airnya dapat masuk kedalam tenda.

Jadi kami berharap pembangunan rumah sementara bisa cepat selesai dan dapat ditempati oleh para pengungsi.

Ketika ditanya, kenapa Fintopia sebagai start-up masih membuat kontribusi ini? “Pada awal pendirian perusahaan, kami fokus khusus pada pembangunan platform fintech berbasis teknologi untuk memenuhi permintaan untuk pembiayaan yang cepat, nyaman dan dapat diakses, secara ketat mematuhi peraturan keuangan setempat dan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membangun platform keuangan inklusif yang berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial, tujuan kami adalah untuk selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat dan membantu masyarakat. OJK merupakan contoh yang sangat baik bagi kami, sebagai penyelia kami, mereka selalu peduli pada masyarakat dan masyarakat”, ujar CEO Fintopia, Liu Yongyan.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved