Gempa di Sulteng

Kemensos Berangkatkan Pekerja Sosial Supervisor PKH ke Donggala, Palu dan Sigi

Mereka akan fokus memberikan layanan dukungan psikososial kepada para korban bencana di Sulteng

Kemensos Berangkatkan Pekerja Sosial Supervisor PKH ke Donggala, Palu dan Sigi
dok Tribun Jabar
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat memberikan paparan kepada mahasiswa pada Seminar "Indonesia As Welfare" di Kampus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung, Kamis (10/11/2016). Dalam seminar tersebut, Harry menjelaskan program Kementerian Sosial dalam upaya mewujudkan pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melanjutkan penanganan korban bencana masa transisi darurat gempa, tsunami dan likuifaksi Palu, Donggala dan Sigi, Kementerian Sosial menerjunkan 24 Pekerja Sosial Supervisor (SPV) PKH ke Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Mereka akan fokus memberikan layanan dukungan psikososial dan langkah ini salah satu wujud kepedulian dan optimalisasi peran Sumber Daya Manusia PKH.

"Dalam konteks kemanusiaan, pada masa tanggap darurat tanpa terkecuali siapapun turut membantu masyarakat yang terdampak. Termasuk Supervisor PKH," kata Harry Hikmat, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial RI, Kamis (8/11/2018). 

Dikatakannya, pengalaman sebagai Supervisor PKH melakukan Family Development Sessions (FDS) atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi keluarga penerima manfaat PKH,  menjadi bekal layanan dukungan psikososial kepada warga terdampak bencana.

Layanan dukungan psikososial melalui pendekatan FDS dengan menyesuaikan pada kondisi kedaruratan, diharapkan efektif mendorong masyarakat untuk dapat beradaptasi ulang dengan kondisi yang telah membuat mereka traumatis.

Baca: Gubernur Sulawesi Tengah Sebut 18 Triliun Diperlukan Untuk Pulihkan Palu, Donggala, dan Sigi

"Satu hal yang perlu disadari bersama, kehadiran Supervisor PKH merupakan wujud representatif hadirnya negara ditengah-tengah masyarakat terdampak melalui Program Keluarga Harapan," katanya.

Selain menyiapkan mental, tim yang berangkat harus bisa menjaga sikap dan mampu berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Sosial Provinsi.

Harry berpesan kepada yang berangkat menjaga nama baik Kementerian dan berbaurlah secara bijak dengan elemen-elemen kemanusiaan lain, serta masyakat setempat.

Ke- 24 Supevisor PKH yang rencananya akan segera diberangkatkan adalah Supervisor diantaranya berasal dari DKI Jakarta, Bogor, Banten, Depok, Serang, Tangerang, Subang, Cianjur, Tanggerang Selatan, Purwakarta dan Karawang.

Sebelum diberangkatkan, seluruh tim akan mendapatkan pembekalan dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik dengan materi antara lain perlindungan anak dan keluarga pada situasi darurat, penguatan keluarga, penyiapan ruang ramah anak dan persiapan pribadi untuk keamanan dan keselamatan.

Selanjutnya, secara berkesinambungan akan melibatkan Supervisor PKH dari berbagai provinsi lainnya untuk turun ke titik-titik layanan dukungan psikososial yang telah tersebar di lokasi terdampak Palu, Donggala dan Sigi.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved