Breaking News:

Bencana Banjir di Madina, 3 Kecamatan Masih Terisolir

Petugas BPBD, aparat serta warga saat ini masih bahu-membahu mengurai material longsor agar jalan kembali dapat dilalui.

Tribun Medan/Nanda F Batubara
anah longsor terjadi di Aek Milas, Kelurahan Tanobato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal, Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Akibatnya, akses transportasi Natal-Panyabungan sempat lumpuh total. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda F. Batubara

TRIBUNNEWS.COM, MANDAILINGNATAL - Hingga saat ini, Jumat (9/11/2018) pukul 13.30 WIB, akses transportasi dari Kecamatan Batangnatal menuju Natal, Linggabayu dan Muara Batang Gadis, Mandailingnatal, masih lumpuh.

Terdapat tiga titik longsor yang masih menutup permukaan jalan. Dua alat berat diturunkan ke lokasi. Petugas BPBD, aparat serta warga saat ini masih bahu-membahu mengurai material longsor agar jalan kembali dapat dilalui.

"Dari Kecamatan Batang Natal menuju Natal mencapai 30 titik longsor, sampai hari ini pengerjaan terus dilakukan, dua ada dua alat berat di sana. Sesuai laporan itu sekarang hanya ada tiga titik longsor lagi yang belum selesai dikerjakan. Kemungkinan besar hari ini diupayakan jalan menuju Natal dan Muara Batang Gadis dapat dilalui," kata Kepala Pelaksana BPBD Mandailingnatal Yasir.

Yasir mengatakan, terdapat sekitar 78 unit rumah yang hanyut dan rusak akibat banjir di Kecamatan Lingga Bayu dan Batang Natal. Warga yang kehilangan rumah saat ini masih mengungsi di rumah keluarga atau kerabat serta kantor-kantor kecamatan.

Terputusnya akses turut menjadi penyebab petugas setempat masih kesulitan menanggulangi korban bencana secara maksimal di dua lokasi tersebut.

"Sama sekali belum bisa dilalui. Tapi mudah-mudahan sore ini sudah bisa," kata Yasir.

Yasir mengimbau warga agar tetap waspada dan menghindari berada di dekat aliran sungai.

Amatan Tribun Medan, hujan hingga berita ini dilaporkan masih mengguyur sebagian besar kecamatan di Mandailingnatal.

Intensitas curah hujan yang tinggi sejak Rabu (7/11/2018) menyebabkan sejumlah daerah di Mandailingnatal tergenang banjir. Tak hanya itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa titik hingga memutus akses transportasi.

Sekitar 13 kecamatan terdampak banjir di Mandailingnatal. Berdasarkan informasi yang disampaikan Yasir, terdapat sekitar 300 lebih warga yang mengungsi.

78 unit rumah dilaporkan hanyut atau rusak akibat banjir. Sementara seorang warga bernama Hafiz, tewas tertimbun longsor saat berada di Desa Sibinail, Kecamatan Muara Sipongi, Mandailingnatal, Kamis (8/11/2018).

Saat ini akses transportasi Panyabungan-Kotanopan yang sempat putus akibat ruas jalan tergerus air Sungai Batang Gadis, sudah dapat kembali dilintasi. (Nanda Fahriza Batubara)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Tiga Kecamatan Masih Terisolasi Akibat Longsor di Mandailingnatal,

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved